Pemadaman Kebakaran Pertamina Lama Karena Muncul Titik Api Baru

  • Bagikan
Asap membumbung tinggi akibat kebakaran di tanki penyimpanan Pertamina Cilacap. Asap berasal dari titik api yang muncul dan masih dalam penangganan petugas pemadam Pertamina. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Proses pemadaman api akibat kebakaran di tanki penyimpanan Pertamina Cilacap, ternyata bukan semata karena proses pendinginan. Namun karena muncul titik api baru di komplek tanki 39. Tepatnya tanki nomor T203.

Akibatnya, kerja petugas pemadaman internal Pertamina menjadi lebih lama lagi. Hal ini juga yang menjadi penyebab munculnya asap tebal hitam seperti dan sempat terekam kamera warga Cilacap dari kejauhan.

Kebakaran di Pertamina terjadi pada pukul 19.45 dan membuat bundwall di komplek tanki memunculkan kobaran api. Petugas pemadam Pertamina langsung mengerahkan upaya untuk memadamkan api tersebut dan bisa dikuasai setelah menerjunkan 50 orang.

“Semalam sudah dilakukan pemadaman untuk titik api bundwall tanki 205. Dan hari ini (Sabtu, 12/6/2021) sedang fokus memadamkan satu titik api di outlate 39 T203,” ujar GM Pertamina, Joko Pranoto, Sabtu (12/6/2021).

Dia mengatakan, proses pemadaman ini melibatkan petugas pemadam internal Pertamina. Selain itu didukung juga oleh sejumlah unsur yang ada di Pertamina secara keseluruhan. Namun demikian pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang pertama kali muncul pada Jumat (11/6/2021) malam, sekitar pukul 19.45.

“Penyebab (kebakaran) masih dalam investigasi. Nanti dalam kesempatan pertama akan kita sampaikan ke rekan-rekan media,” kata Joko Pranoto.

Dirut Pertamina Nicke Widyawati memberikan keterangan kepada awak media di Cilacap, Sabtu (12/6/2021). (narisakti/bercahayanes.com)

Dirut Pertamina, Nicke Widyawati memastikan, kondisi secara umum sudah bisa dikendalikan oleh tim Pertamina Cilacap. Saat ini tinggal proses memadamkan api di tanki T203.

“Satu titik lagi sedang diselesaikan,” kata Nicke dihadapan awak media.

Dia menegaskan setidaknya 2 hal yang perlu dicatat. Pertama adalah operasional kilang minyak Pertamina tidak terganggu sama sekali. Kedua yakni produksi benzene untuk dunia industri tetap terjaga.

“Jangan sampai ada isu supplay kepada pelanggan terganggu. Kita punya back up dari PT TPPI karena punya produk yang sama yakni benzene ini,” tegasnya.

Dia memastikan, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa karena standar keamanan sudah diterapkan. Termasuk standar keamanan saat terjadi kebakaran di komplek Pertamina.

“Fokus kita adalah segera menyelesaikan titik kebakaran ini yang masih terjadi. Dan paling penting adalah, yang dari semalam saya tekankan adalah jangan sampai ada korban. Alhamdulillah safety standart sudah diterapkan hingga lokasi aman. Tinggal masalah waktu saja penangganan selesai dilakukan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kebakaran sempat terjadi di kilang Pertamina Cilacap pada Jumat (11/6/2021) malam sekitar pukul 19.45. Api membakar salah satu tanki penyimpanan berisi benzene. Upaya pemadaman dilakukan dengan menggunakan penyemprotan foam ke arah titik api. Sejumlah 50 tenaga pemadam diturunkan untuk menangani kebakaran.

Dan pada Sabtu (12/6/2021) pagi, kepulan asap tebal masih terlihat membumbung tinggi ke langit Cilacap. Sejumlah warga mengabadikan pemandangan ini dan mengatakan, asap tersebut masih terlihat pada pukul 08.00. (*)

  • Bagikan