Pemilik Warung Makan Berharap Tidak Ada Perpanjangan PPKM

  • Bagikan
Mayoritas pedagan kecil dan pemilik warung makan berharap agar tidak ada perpanjangan PPKM Darurat. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Mayoritas pedagang kecil, termasuk pemilik warung makan di Kabupaten Cilacap berharap agar pemerintah kembali mempertimbangkan keputusan untuk memperpanjang PPKM Darurat. Harapan ini dilontarkan karena mereka merasa kesulitan dengan adanya berbagai aturan dalam PPKM Darurat. Salah satunya adalah larangan makan di tempat.

Seperti dilontarkan oleh Haryanto al Suparyo. Warga Kecamatan Maos ini mengaku pelanggannya sudah terbiasa dengan self service di warung makan miliknya. Hingga banyak pembeli yang justru menolak jika menu pilihan harus dibungkus dan dimakan di tempat lain.

Mayoritas pembeli sudah paham dengan model pelayanan di warung miliknya. Mereka bisa diberi kebebasan untuk mengambil nasi, sayur dan lauk tanpa harus dilayani pemilik warung.

“Sekarang kalau ada yang minta nga dibungkus ya nga jadi makan. (Pembeli) mintanya makan di situ,” kata dia, Senin (19/7/2021).

Menurutnya, hal ini membawa dilema tersendiri. Karena jika berjualan dengan metode seperti ini, bisa saja warungnya sepi. Dan dirinya harus berulang kali meminta agar para pembeli tidak makan di tempat. Sementara dirinya tidak mungkin menutup warung karena harus menghidupi anak dan istrinya di rumah.

“Nga buka mau gimana, anak istri mau makan apa,” kata dia.

Kondisi perkembangan Covid19 di Kabupaten Cilacap yang tengah mengalami lonjakan, membawa pengaruh tersendiri bagi para pedagang dan pemilik warung makan.

“Sebetulnya saya takut juga karena keadaan Cilacap kaya gini kan. Takut tapi apa boleh buat. Ya kita berdampingan sama covid19 saja, dengan menerapkan prokes. Kita udah siapkan tempat cuci tangan,” kata dia.

Wakil Bupati Cilacap, Samsul Aulia Rahman mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Cilacap masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pusat terkait perpanjangan PPKM Darurat. Meski dia mengakui sudah mendengar rencana tersebut.

“Saya sudah mendengar, tapi kita menunggu informasi lebih lanjut,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya sangat memahami kondisi serba sulit saat ini. Termasuk menurunnya pendapatan para pedagang dan pelambatan ekonomi. Namun saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan masyarakat agar tidak jatuh menjadi korban Covid19.

“Tapi seperti yang disampaikan Pak Presiden, kalau keselamatan manusia, masyarakat adalah yang tertinggi mengalahkan hukum yang lain,” kata dia.

Kondisi sekarang ini diharapkan akan perlahan berubah. Terutama saat vaksinasi sudah berjalan dan membentuk herd immunity. Ditambah dengan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari dan jumlah kasus terus menurun. Jika ini sudah tercapai, maka diyakini kondisi secara perlahan akan membaik.

“Tidak menutup kemungkinan nanti semuanya akan kembali dengan normal, ekonomi akan membaik. Kita hadapi Covid19 dengan sabar,” tegasnya. (*)

  • Bagikan