CILACAP – Seorang peternak yang tengah mencari rumput di areal persawahan, tersambar petir hingga meninggal dunia, Kamis (9/2/2023). Korban adalah Kholil Anwar (46), warga Desa Pahonjean RT 01 RW 06 Kecamatan Majenang, Cilacap.
Kholil, seperti biasa selepas siang nyari rumput untuk kambing piaraannya. Dan Kamis siang, dia pergi ke areal persawahan dekat rumahnya. Sejumlah warga lalu mengingatkannya karena cuaca sudah mendung tebal. Bahkan salah satu petani menyuruhnya untuk pulang karena kondisi sudah tidak aman.
Namun korban tak menghiraukan peringatan warga. Dia tetap meneruskan mencari mencari rumput. Korban berasalan masih butuh rumput lebih banyak lagi untuk kambing piarannya.
Sekitar pukul 14.00, tiba-tiba hujan deras mengguyur bersamaan dengan sambaran petir hebat. Korban langsung tersengat jutaan volt listrik dari petir tersebut. Akibatnya, Kholil jatuh tersungkur.
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian ini segera mendekati korban. Warga berupaya memberikan pertolongan dan segera membawa ke RSUD Majenang. Sayang, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Petugas medis di IGD RSUD Majenang memastikan korban meninggal karena tersambar petir.
Kasie Kesejahteraan Rakyat Desa Pahonjean, Solehan mengatakan, korban sempat dibawa ke RSUD Majenang. Namun di sana, petugas medis tidak bisa berbuat banyak karena korban sudah meninggal dunia akibat tersambar petir.
“Iya benar. Korban meninggal karena tersambar petir saat nyari rumput,” katanya.
Dia menambahkan, tubuh korban ada sejumlah luka akibat tersambar petir hebat tersebut.
Kabid Perawatan RSUD Majenang, dr Nur Cahyo mengatakan, korban sempat masuk ke IGD. Namun petugas memastikan korban meninggal sekitar pukul 14.00.
“Kami dapat laporan ada warga (Desa) Pahonjean di IGD yang tersambar petir. Jenis kelamin laki-laki,” katanya.
Usai mendapatkan pemeriksaan, jenasah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman. (*)






