News  

Pengungsi dan Korban Longsor Mulai Depresi

Pengungsi korban tanah longsor bertahan di SD 04 Kuta Bima. Sejumlah pengungsi terindikasi mulai terkena depresi. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Memasuki hari ke 4 pasca longsor di Dusun Citulang Kecamatan Cimanggu, Cilacap, para pengungsi mulai merasakan depresi. Para pengungsi bertahan di SD 04 Desa Kuta Bima dan mendapatkan pasokan bahan makanan dari dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Cilacap.

Longsor terjadi pada Kamis (31/3/2022) dan mengakibatkan kerusakan hebat bagi infrastruktur berupa jalan desa. Mayoritas jalan ini tertutup lumpur material longsor dan menyulitkan lalu lintas warga. Termasuk untuk mengevakuasi warga yang terjebak di lokasi tanah longsor.

Sejak sehari pasca bencana, warga yang ada di lokasi bencana langsung dievakuasi menuju SD 04. Mereka bermalam sembari berharap bisa segera pulang ke rumah masing-masing. Selama di tempat pengungsian, mereka kerap kebingungan karena aktifitas sangat terbatas.

Pengungsi yang nampak mulai mengalami depresi adalah Tarman. Warga RT 09 RW 04 Desa Kuta Bima ini nampak mondar-mandir di sekitar rumahnya yang sudah rata dengan tanah. Dia mengaku tidak tahu harus berbuat apa karena rumah dan harta bendanya sudah musnah akibat longsor tersebut.

“Bingung mau ngapain. Rumah sudah tidak ada karena longsor,” katanya lemah.

Selain kehilangan rumah, harta benda berupa hewan ternak juga mati semuanya. Ini karena kandang ternak ikut tertimpa tanah longsor.

Kepala Puskesmas Cimanggu 2, dr Prasetyo Justitya mengatakan, warga memang mulai mengalami gangguan kesehatan. Seperti gangguan ISPA, tekanan darah tinggi dan lainnya.

“Tekanan darah tinggi biasanya karena kurang istirahat. Atau juga karena depresi,” katanya, Senin (4/4/2022).

Namun demikian, dia tidak merinci lebih jauh tentang tingakt depresi para pengungsi tersebut. Dia hanya mengatakan, gangguan kesehatan seperti ini sangat khas dirasakan para korban bencana alam yang terpaksa mengungsi.

“Ganguan kesehatan khas pengungsi,” tegasnya.

Di SD 04 Kuta Bima ada 6 ibu hamil dan 2 anak kecil termasuk balita. Selain itu juga ada 120 orang dewasa. Pihaknya mencatat ada 3 warga terdampak longsor yang masih bertahan di rumah mereka karena sakit stroke. (*)