Perahu BPBD Masih Minim

  • Bagikan
Perahu di BPBD Cilacap masih kurang dan butuh penambahan. Demikian juga dengan alat berat. Penambahan menjadi usulan Komisi D DPRD Cilacap.

CILACAP – Perahu milik BPBD Kabupaten Cilacap ternyata masih sangat kurang. Jumlahnya tidak sebanding dengan resiko bencana banjir yang tersebar di 21 dari 24 kecamatan. Sementara desa rawan banjir mencapai 131.

Kebutuhan perahu akan sangat terasa saat puncak musim penghujan. Pada musim seperti ini, hampir seluruh wilayah rawan tergenang banjir.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap, Didi Yudi Cahyadi mengatakan, tambahan perahu tersebut untuk mendukung kinerja BPBD Cilacap.

“Saat banjir, perahu bisa untuk mengevakuasi korban dengan cepat,” ujarnya, Kamis (4/11/2021).

Didi menambahkan, kebutuhan tambahan perahu minimal 4 unit untuk 4 wilayah kerja BPBD Cilacap. Perahu ini nantinya akan parkir di tiap UPT, seperti Kroya, Cilacap, Majenang dan Kota.

Selain perahu, BPBD Cilacap juga butuh alat berat untuk mengatasi tanah longsor. Saat ini, alat berat milik BPBD hanya ada 1 unit dan kondisinya sudah rusak hingga tidak mungkin dipakai.

Kebutuhan alat berat ini sangat terasa saat longsor melanda Desa Limbangan Kecamatan Wanareja. Longsor tersebut menutup akses jalan hingga pembuangan material tanah harus mengandalkan kerja bakti warga.

Demikian juga saat terjadi banjir yang sempat merendam Pasar Karanggendot dan perkampungan warga setempat. Alat berat harus pinjam ke dinas lain untuk perbaikan tanggul kritis dan mengeruk sedimen sungai.

“Alat berat juga harus kita pikirkan. Kita harapkan bisa masuk rencana anggaran pada 2022,” ujarnya.

“Komisi juga ingin ada tambahan motor untuk memperlancar mobilitas petugas BPBD,” tegasnya. (*)

  • Bagikan