JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov. Pertemuan ini bertujuan untuk perkuat kolaborasi pendidikan kedua negara di bidang tinggi, sains, dan teknologi. Ini merupakan pertemuan kedua untuk memperluas kerja sama yang sudah terjalin.
Menteri Brian menyatakan pemerintah Indonesia ingin mengirim mahasiswa ke Rusia. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung di bidang teknik. Program ini juga bertujuan untuk perkuat kolaborasi pendidikan dengan universitas dan lembaga sains Rusia.
Duta Besar Tolchenov menyambut baik program tersebut. Rusia menawarkan beasiswa khusus teknik untuk 10 mahasiswa dan beasiswa pemerintah Rusia untuk 250 mahasiswa Indonesia. Kuota ini dapat ditingkatkan di masa mendatang. Langkah ini akan semakin perkuat kolaborasi pendidikan antara kedua negara.
Menteri Brian menegaskan kerja sama ini merupakan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia. Program ini akan membantu anak muda menjadi ahli teknologi, energi nuklir, dan eksplorasi mineral. Dengan cara ini, pemerintah perkuat kolaborasi pendidikan untuk menyiapkan generasi menghadapi tantangan global.
Rusia membuka peluang kerja sama pemerintah Indonesia dengan industri Rusia. Termasuk beasiswa dari perusahaan besar seperti Rusal. Program ini mentransfer ilmu dan tenaga ahli untuk hilirisasi mineral. Langkah ini akan perkuat kolaborasi pendidikan di sektor industri dan penelitian.
Duta Besar Tolchenov menekankan Rusia berkomitmen mendukung Indonesia melalui beasiswa, riset bersama, dan forum akademik. Langkah ini akan perkuat kolaborasi pendidikan dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Kedua pihak merencanakan Kelompok Kerja Bersama pertama di bawah Sidang Komisi Bersama RI-Rusia pada Mei 2026. Mereka juga merencanakan Forum Rektor. Program ini akan menjadi mekanisme untuk perkuat pendidikan secara berkelanjutan.
Kemdiktisaintek menegaskan pemerintah akan menindaklanjuti kerja sama ini menjadi program nyata. Langkah ini bukan sekadar diplomasi. Pemerintah ingin perkuat kolaborasi pendidikan dan mendorong kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi Indonesia.(*)






