News  

Rakernas MPM Muhammadiyah Hadirkan Andi F Noya

ilustrasi

CILACAP – Majelis Pemberdayaan Masyarakat atau MPM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, akan menggelar Rakernas selama 3 hari di Purwokerto. Rakernas bertempat di UMP Tower AR Fachrudin Universitas Muhammadiyah Purwokeerto (UMP).

Dalam siaran pers, MPM PP Muhammadiyah memastikan, rakernas akan mulai Jumat (28/7/2023) sampai dengan Minggu (30/7/2023). Rakernas akan melibatkan 240 peserta aktif.

Untuk pembukaan, ada akan 270 peserta yang berasal dari utusan PP Muhammadiyah, MPM PP Muhammadiyah serta Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadyah se-Indonesia. Peserta lainnya dari unsur Ketua dan Sekretaris MPM PWM se-Indonesi, Ketua MPM PDM terpilih, pimpinan Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit Muhammadiyah, serta Unit Pembantu Pimpinan (UPP) PP Muhammadiyah terkait.

Ketua MPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Fatchur Rohman menjelaskan, agenda tersebut merupakan salah satu implementasi visi pengembangan MPM pada Muktamar Muhammadiyah Ke-48 di Solo, November 2022.

“Visinya adalah terwujudnya eksosistem pemberdayaan masyarakat yang berkemajuan untuk mewujudkan kesejahteraan buruh, tani, nelayan, dan kelompok dhu’afa sebagai perwujudan Islam Rahmatan lil’alamiin,” katanya.

Dia merinci ada empat hal kunci gerak yang sangat penting. Yakni ekosistem, berkemajuan, kesejahteraan, intensitas pemberdayaan masyarakat dan Rahmatan lil’alamiin.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, MSi akan memberikan paparan dalam rakernas MPM di Purwokerto. Selanjutnya ada paparan Visi dan Misi Kolaborasi Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat 2022-202 dari Ketua PP Muhammadiyah Dr Anwar Abbas, MM, MAg. Lalu ada Andy F Noya, Imam B Prasojo serta dosen UGM, Prof Ali Agus yang akan memberikan pemaparan secara bergantian.

Sesi selanjutnya adalah diskusi terarah tentang kesepahaman dan kesepakatan menyusun rencana aksi yang lebih kongkrit pemberdayaan di setiap daerah-provinsi masing-masing.

Rakernas MPM juga untuk membahas realisasi pembentukan sekaligus penguatan Jaringan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), serta Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU).

“Di Jawa Tengah saja kita target minimal ada 5000 anggota JATAM,”kata Fatchur Rohman. (*)