Relawan Muhammadiyah Digembleng Psikososial

  • Bagikan
Kepala BPBD Cilacap, Wijonardi saat memberikan materia kebencanaan saat Pelatihan Psikososial MDMC, Sabtu (30/10/2021). Wijonardi berharap agar ilmu kebencanaan bisa diteruskan kepada warga agar masyarakat lebih tangguh terhadap bencana. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam Muhammadiyah Dissaster Management Centre (MDMC) Kabupaten Cilacap, mendapatkan gemblengan. Kali ini, para relawan dari lintas usai itu harus menguasai kemampuan psikososial yang akan berguna menenangan psikologis korban bencana. Agenda tersebut selama 2 hari mulai Sabtu (30/10/2021) sampai Minggu (31/10/2021).

Ketua MDMC Kabupaten Cilacap, Tasnarto mengatakan, bencana alam tidak sebatas menanggani korban baik luka ataupun meninggal dunia. Namun ada yang lebih penting yakni mendampingi para korban selamat.

“Korban selamat ini masih punya harapan. Saat bencana terjadi, mereka butuh sekali pendampingan karena banyak dari para korban selamat ini kehilangan keluarga, tempat tinggal sampai sumber penghasilan,” terangnya di sela-sela Pelatihan Psikososial MDMC Kabupaten Cilacap, Sabtu (30/10/2021).

Tasnarto menambahkan, hal ini menjadi nilai lebih bagi para relawan MDMC. Karena organisasi ini sudah melihat banyak hal dalam penangganan para korban bencana ataupun kejadian bencana.

“Muhammadiyah sangat jelas dalam hal kebencanaan. Termasuk menanggani korban selamat, Ini jadi bagian kemampuan relawan Muhammadiyah,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi berharap agar pelatihan seperti ini bisa lebih banyak lagi. Dengan demikian, akan lebih banyak orang yang paham akan masalah kebencanaan.

“Khususnya bidang yang saya sampaikan tadi tentang manejem kebencanaan,” ujarnya usai memberikan materi kepada peserta pelatihan.

Menurutnya, ilmu dari para relawan Muhammadiyah ini harus diteruskan kepada masyarakat umum meskipun para warga ini bukan relawan. Langkah ini pula akan membuat masyarakat lebih tertarik menjadi dan tergabung dalam kelompok relawan.

“Makin banyak relawan, masyarakat makin tangguh dalam menghadapi kebencanaan,” tegasnya. (*)

  • Bagikan