Relokasi Karanggintung Diharapkan Lebih Mudah

  • Bagikan
Proses relokasi warga Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap diharapkan bisa lebih mudah karena lahan relokasi milik para korban. (doc)

CILACAP – Relokasi bagi korban pergerakan tanah di Dusun Pagergunung Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap diharapkan bisa lebih mudah. Faktornya, lahan masih milik keluarga korban yang kini mengungsi di tenda darurat pasca kejadian pada 19 Mei 2021.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, relokasi ini akan berbeda dari yang pernah dialami warga di kecamatan lain.

Sebut saja relokasi warga Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya atau Dusun Cijeunjing Desa Cibeunying Kecamatan Majenang. Di 2 desa ini, Pemerintah Kabupaten Cilacap terlebih dahulu membeli lahan warga. Baru kemudian dibangun hunian tetap (huntap) bagi seluruh korban bencana tanah bergerak.

“Beda dengan yang di (Kecamatan) Majenang. Kalau di Majenang kan beli lahan warga. Nah di Gandrungmangu ini, lahan punya korban. Jadi tinggal bangun rumah,” kata dia.

Namun demikian, lahan ini harus terlebih dahulu dipastikan bebas dari ancaman pergerakan tanah di masa mendatang. Hal ini dipastikan oleh tim dari Badan Geologi Bandung yang diterjunkan untuk melakukan survey. Tim ini nantinya akan memberikan rekomendasi usai melakukan survey.

“Nantinya akan ada rekomendasi. Apakah aman atau tidak. Ini jadi dasar kita untuk relokasi. Termasuk lahan yang akan dipakai aman atau tidak,” katanya.

“Ya harus aman. Jangan sampai setelah dibangun (rumah) muncul pergerakan tanah,” katanya lagi.

Tim dari Bandung tersebut sudah berada di Cilacap sejak Selasa (8/6/2021). Seluruh personil tim akan memeriksa Dusun Pagergunung, terutama lokasi pergerakan tanah. Demikian juga dengan lokasi relokasi yang diajukan warga setempat.

“Biar sekali jalan. Nantinya akan keluar rekomendasi,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dusun Pagergunung Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap dilanda pergerakan tanah pada 19 Mei 2021. Ada 9 rumah rusak dan dihuni oleh 79 orang. Pasca kejadian, warga langsung mengungsi di tenda darurat yang didirikan oleh BPBD Kabupaten Cilacap. (*)

  • Bagikan