JAKARTA – Sebanyak 1560 santri ikuti tes wawancara dalam seleksi Indonesia Bangkit (BIB) untuk Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Tahun 2025. Para santri dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia mengikuti tahapan ini demi memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) menyampaikan hal itu saat memantau langsung proses seleksi di Jakarta.
Ruchman menegaskan bahwa 1560 santri ikuti tes wawancara sebagai bentuk implementasi nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan tinggi. Ia menjelaskan bahwa Beasiswa Indonesia Bangkit.Progam merupakan hasil kolaborasi Kemenag dan LPDP yang menawarkan beasiswa penuh bagi santri. Santri dapat memilih melanjutkan ke PTKIN atau PTN terbaik di Indonesia, bahkan hingga jenjang S2 dan S3.
Kementerian Agama juga membuka peluang bagi para ustadz, kyai, dan dosen Ma’had Aly untuk melanjutkan studi melalui BIB. Dalam skema ini, mereka dapat menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri. Ruchman menjelaskan bahwa 1560 santri ikuti tes wawancara seiring terbukanya akses pendidikan tinggi yang lebih luas.
Direktur Pesantren, Basnang Said, mengajak seluruh santri memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Ia menilai bahwa 1560 santri ikuti tes wawancara adalah keseriusan mencetak generasi yang unggul, tidak hanya dalam bidang agama.
Basnang juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung keberhasilan program ini. Ia percaya bahwa PUSPENMA mampu mengelola BIB secara profesional. Melalui proses seleksi di mana 1560 santri ikuti tes wawancara, Basnang berharap kolaborasi teknis antarunit terus diperkuat demi optimalisasi program.
Kementerian agama menyediakan pilihan 22 perguruan tinggi untuk peserta . Di mana mereka berkesempatan memilih antara 6 Ma’had Aly, 8 PTKIN, dan 6 PTN. Pilihan kampus mencakup institusi unggulan seperti UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Gadjah Mada, hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember.






