News  

Satpol PP Bongkar Paksa Bangunan Liar

Proses pembongkaran warung ilegal oleh petugas Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Selasa (22/2/2022). Pembongkaran dilakukan karena warung berada di atas lahan milik PSDA Provinsi. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, terpaksa bongkar bangunan liar yang ada di atas lahan irigasi, Selasa (22/2/2022). Pembongkaran menjadi jalan terakhir setelah pemilik bangunan tidak mengindahkan peringatan sampai 3 kali.

Bangunan liar ini berada di lahan milik Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah, dan berada di Kecamatan Majenang, Cilacap. Pemilik bangunan menjadikannya sebagai tempat berjualan soto dan nasi.

Kasie Penindakan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Eko Muryanto menegaskan, warung berada di atas lahan milik PSDA Provinsi Jawa Tengah hingga menjadi bangunan liar dan memaksa petugas bongkar paksa.

“Dari as irigasi ada 7 meter. Dan ini yang kita bongkar sesuai dengan kewenangan kita di provinisi,” katanya.

Dia menjelaskan, secara keseluruhan warung ini menempati lahan milik pemerintah provinsi dan pusat. Pertama berada di lahan PSDA tersebut. Kedua berada di lahan milik PUPR dan di bahu jalan nasional.

“Jadi ini ada di irisan. Satu sisi di lahan PSDA Provinsi dan di sebelah barat. Kalau sebelah timur di bahu jalan nasional,” katanya.

Untuk bangunan yang ada di atas bahu jalan nasional, pihaknya menyerahkan kepada Balai Besar Jalan Nasional Wilayah Jawa Tengah. Nantinya balai akan melihat sejauh mana batas jalan dan memastikan langkah lebih lanjut.

“Langkah lebih lanjut nanti kita serahkan pada balai,” kata dia.

Kasie Penindakan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Mukhamar meminta agar warga untuk tidak memanfaatkan lahan milik pemerintah guna kepentingan apapun. Termasuk menjadikannya sebagai lokasi berjualan. Jika warga memaksa, petugas akan mengambil tindakan tegas.

“Ini juga ada di dalam perda Kabupaten Cilacap,” tegasnya.

Sementara itu, pembongkaran tersebut petugas sempat beradu argumentasi dengan pemilik warung. Namun setelah diperlihatkan bukti, pemilik warung kemudian menyadari dan mempersilahkan petugas untuk membongkar bangunan di atas lahan PSDA Provinsi Jawa Tengah.

Usai pembongkaran, petugas memasang pita kunin bertuliskan Satpol PP sebagai tanda lahan ini milik pemerintah. (*)