News  

SD Nyaris Roboh Masih Dipakai Belajar

Komisi D, BPBD dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap saat melihat SD 04 Boja Kecamatan Majenang yang masih dipakai meski nyaris roboh. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Kondisi SD 04 Boja Kecamatan Majenang, nyaris roboh akibat tanah bergerak namun masih dipakai untuk belajar. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak September 2019 ketika ada tanah bergerak di Dusun Pelag Desa Boja. Hingga pada Maret 2021, tanah bergerak merusak salah satu kelas SD 04 Boja dan kondisinya nyaris ambruk.

Sejak September 2019 tersebut, tanah di dusun tersebut selalu bergerak tiap kali musim penghujan. Sampai kemudian pada Maret 2021, bencana tanah bergerak kian parah dan meluas.

Kepala Desa Boja Kecamatan Majenang, Cilacap, Dasto mengatakan, kerusakan pada gedung SD 04 tersebut sudah sangat parah. Namun SD yang nyaris roboh ini masih dipakai untuk belajar.

“Sampai sekarang anak-anak masih tetap belajar di sana meski bangunan SD nyaris roboh,” ujarnya, Kamis (16/12/2021).

Dia mengatakan, ada salah satu kelas yang rusak parah hingga siswa terpaksa belajar di mushola sekolah. Sementara ruang kelas SD yang nyaris roboh lainnya masih tetap dipakai untuk belajar.

Kerusakan ini sempat mengundang perhatian Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap yang datang langsung ke lokasi bersama BPBD dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kunjungan tersebut, semua pihak mendorong agar SD ini segera di relokasi.

“Dewan dan dinas minta desa segera mencari lahan untuk relokasi SD,” kata dia.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap, Daryono mengatakan, sudah meminta agar kepala SD mengajukan surat ke Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk pembongkaran.

“Saya sudah minta agar kepala sekolah membuat surat permintaan pembongkaran,” kata dia.

Menurutnya, relokasi SD ini harus masuk skala prioritas program karena bangunan ada di zona tanah bergerak. Bahkan tidak hanya sekali. Namun tiap tahun selalu bergerak

“Rekomendasi dari Badan Geologi memang harus relokasi.,” kata dia.

Namun lahan relokasi ini harus ada survey dari Badan Geologi untuk memastikan lahan terbebas dari ancaman pergerakan tanah.

“Tentu harus ada survey lagi. Jangan sampai kita pindah tapi lokasi ada di zona merah,” tegasnya. (*)