Bisnis  

Stasiun Jeruklegi “Hidup Kembali”. 11 Tahun Tidak Beroperasi

PT KAI hidupkan kembali Stasiun Jeruklegi, Cilacap pada 1 Maret 2023. Sebelumnya, stasiun ini mati suri selama 11 tahun. (doc)

CILACAP – Stasiun Jeruklegi di Cilacap, akan “hidup kembali” dan bisa menjadi lokasi naik dan turun penumpang kereta api. Tepatnya pada 1 Maret 2023. Keputusan ini agar warga Cilacap lebih mudah untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Keberadaan Stasiun Jeruklegi, sempat mati suri selama 11 tahun. Selama itu, tidak ada satupun kereta yang berhenti untuk menaikan atau menurunkan penumpang. Hingga masyarakat di pusat kota, harus bergantung pada Stasiun Kroya yang tetap beroperasi.

Dengan reaktifasi atau langkah agar Stasiun Jeruklegi bisa hidup kembali, maka penumpang tidak lagi terlalu bergantung dengan Stasiun Kroya.

Vice President Daop 5 Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat, reaktifasi Stasiun Jeruklegi menjadi inovasi PT KAI.

“Setelah kurang lebih 11 tahun tidak melayani naik turun penumpang di Stasiun Jeruklegi, mulai tanggal 1 Maret 2023, stasiun tersebut akan kembali melayani naik turun penumpang. Selama ini, KA lintas selatan hanya bersilang di stasiun tersebut. Sekarang akan berhenti untuk melayani naik dan turun penumpang,” jelas Daniel dalam siaran pers.

Saat ini, Stasiun Jeruklegi melayani satu perjalanan kereta api saja, yakni KA Kutojaya Selatan. Kereta ini berangkat dari Stasiun Kutoarjo tujuan Stasiun Kiaracondong. Kedepan, giliran KA Baturraden Ekspress dan KA Serayu akan singgah di Stasiun Jeruklegi yang nantinya sudah hidup kembali.

Inovasi dengan reaktifasi Stasiun Jeruklegi, menjadi upaya untuk mewujudkan target Daop 5 Purwokerto. Yakni peningkatan jumlah penumpang di 2023 dan mencapai 3.067.046 penumpang. Angka ini akan naik dari tahun sebelumnya dan mencapai 129 persen.

Pada 2022, Daop 5 Purwokerto melayani 2.381.102. Rinciannya adalah penumpang KA kelas eksekutif sebanyak 584.617, kelas bisnis (8.433), kelas ekonomi (1.239.245) dan KA ekonomi PSO (498.411). (*)