News  

Tak Mau Kalah, Kucing Ikut Antri Vaksinasi

Pemilik kucing nampak ikut menjaga agar hewan piaraannya tidak berontak saat divaksin rabies, Selasa (7/9/2021). Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap menggelar vaksinasi rabies bagi hewan piaraan untuk menjaga wilayah ini tetap terbebas dari kasus rabies. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Seperti tak mau kalah dari manusia, kucing ikut antri untuk vaksinasi. Tentu saja, hewan piaraan ini tidak datang sendiri. Tapi diantar oleh pemilik. Selain itu, vaksinnya bukan jenis Sinovac, Astrazenca ataupun Moderna. Namun vaksin agar hewan piaraan itu terbebas dari rabies.

Seperti saat Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap memberikan layanan vaksinasi rabies di Balai Pertanian Majenang, Selasa (7/9/2021). Hewan piaraan seperti anjing, kucing dan monyet ikut antri untuk vaksinasi.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Haryono mengatakan, vaksinasi bagi hewan piaraan ini menjadi upaya agar wilayah ujung barat Provinsi Jawa Tengah bagian selatan, tetap bebas rabies.

“Supaya Cilacap dan utamanya Jawa Tengah bebas dari rabies,” ujar Haryono.

Dia mengatakan, vaksinasi ini bersamaan dengan Hari Rabies Sedunia. Di Cilacap, kegiatan ini tersebar di perbatasan dengan Jawa Barat. Tujuannya meminimalisir adanya penyebaran rabies dari wilayah luar. Kegiatan serupa juga ada di tapal perbatasan lain seperti di Kabupaten Brebes.

Karena dekat di perbatasan inilah, lalu lintas hewan piaraan sangat tinggi dan rawan penularan rabies. Apalagi Jawa Barat sampai saat ini belum bersih dari rabies.

“Untuk hewan masuk dari Jawa Barat itu sangat sering. Seperti di Kalipucang. (Hewan piaraan masuk) dari (Kabupaten) Pangandaran dan (Kota) Banjarpatoman. Atau lewat Menganti. Dari Banjarpatoman bisa lewat Dayeuhluhur dan Wanareja. Ini kita antisipasi dengan menggelar vaksinasi di perbatasan,” terangnya.

Menurutnya, Kabupaten Cilacap sejak 2000 lalu sudah terbebas dari rabies. Hal ini perlu dipertahankan dengan tetap menjaga kesehatan hewan piaraan warga masyarakat. Salah satunya melalui vaksinasi rabies tersebut.

Dan sejak 2000 lalu, tidak pernah ada kasus kematian akibat gigitan hewan piaraan. Selama itupula, korban selalu bisa tertangani oleh petugas gabungan Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan.

Dia menambahkan, gigitan hewan piaraan yang belum bebas rabies bisa menjadi ancaman tersendiri. Korban bisa sampai kehilangan nyawa. Namun dia memastikan, sampai 2021 belum ada kejadian yang sampai menimbulkan korban jiwa. (*)