News  

Tanah Jatiluhur Kembali Bergerak. Pernah Terjadi 2017

Petugas memeriksa rumah warga Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap yang rusak akibat tanah bergerak. Tanah di Dusun Jatiluhur kembali bergerak setelah pada 2017 muncul kejadian serupa. (doc)

CILACAP – Tanah di Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap kembali bergerak. Akibatnya, 9 rumah mengalami kerusakan akibat tanah bergerak, Kamis (9/2/2023).

Perisitwa tanah bergerak di Dusun Jatiluhur menjadi yang kedua. Bencana alam ini pertama kali terjadi pada 2017 dan mengakibatkan 25 keluarga harus pindah atau relokasi ke tempat aman. Proses relokasi ini memakan waktu cukup lama hingga akhirnya warga memiliki rumah baru. Saat ini tinggal menyisakan pekerjaan pembangunan akses jalan.

Dan pada Kamis (9/2/2023) sore, sekitar pukul 16.00, tanah di Dusun Jatiluhur kembali bergerak. Tepatnya saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Lokasinya sangat dekat dengan kejadian pertama.

Jika pada 2023 ini, tanah di Jatiluhur yang kembali bergerak terjadi di wilayah RT 02 RW 05. Sementara pada 2017, lokasi kejadian berada di RT 01.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, kerusakan akibat tanah bergerak di Dusun Jatiluhur sudah terdata petugas.

“Ada dinding rumah retak retak, lantai pecah atau amblas. Juga ada pintu yang tidak bisa tertutup rapat,” katanya, Jumat (10/2/2023).

Dia merinci, 8 rumah rusak ringan akibat kejadian tersebut. Selain itu ada 1 rumah rusak sedang milik keluarga Fitrian Dwi Atmojo.

“1 rumah rusak sedang. Sisanya rusak ringan,” kata dia.

Petugas sudah menyiapkan langkah untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Seperti menutup rekahan agar air hujan tidak bisa masuk ke dalam lapisan tanah yang bergerak kembali di Dusun Jatiluhur.

“Petugas sudah memasang indikator pergerakan tanah,” katanya.

Dia memastikan, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Namun perlu ada kajian tekhnis lebih lanjut dari instansi terkait.

“Perlu ada penetapan status Siaga Darurat Tahun 2023,” tegasnya. (*)