News  

Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Cilacap Terendam

Petugas tengah melakukan penanganan darurat di akibat tanggul Sungai Cimeneng yang jebol, Jumat (1/3/2024). Banjir merendam ratusan rumah warga Cilacap. (doc)

CILACAP – Tanggul sungai Cimeneng di Desa Bantarsari Kecamatan Bantarsari, Cilacap, jebol hingga membuat ratusan rumah tergenang, Jumat (1/3/2024). Ini terjadi karena tanggul Sungai Cimeneng tidak mampu menahan debit air yang naik drastis akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat pagi.

BPBD Cilacap mendata ada 150 rumah warga yang terendam akibat banjir limpasan Sungai Cimeneng. Mayoritas berada di Dusun Dusun Cikerang RT01, 02 ,03 RW 10 Desa Bantarsari. Ketinggian air di dalam rumah antara 50 hingga 60 cm atau setara dengan pinggang orang dewasa.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Bayu Prahara mengatakan, penyebab ratusan rumah di Cilacap terendam karena tanggul jebol.

“Tanggul jebol pukul 06.30. Ini terjadi setelah hujan deras terjadi di hulu Sungai Cimeneng,” kata dia.

Dia merinci, panjang tanggul Sungai Cimeneng yang jebol mencapai 6 meter. Hingga air dari sungai ini dengan bebas masuk ke perkampungan dan membuat ratusan rumah di salah satu kecamatan di Cilacap itu terendam.

“Panjang tanggul jebol mencapai 6 meter dengan lebar 2 meter,” katanya.

Pasca kejadian, petugas BPBD Cilacap langsung bergerak untuk medata kerusakan dan langsung mengambil langkah perbaikan. Satu unit alat berat bantuan dari BBWS Citanduy ikut terlibat memperbaiki tanggul yang jebol tersebut.

“BBWS Citanduy juga mengirimkan Geobag guna penanganan darurat,” kata dia.

Setelah sore hari, genangan berangsur surut hingga warga kembali ke rumah masing-masing. Air surut ini juga didukung oleh cuaca cerah setelah tanggul jebol yang membuat ratusan rumah warga terendam.

Wakapolresta Cilacap AKBP Dr. Arief Fajar Satria, SH SIK MH menambahkan, pasukan dari Polresta Cilacap ikut membantu penanganan tanggul jebol. Langkah tersebut berupa penanganan tanggul meski masih bersifat darurat.

“”Warga yang terdampak banjir diperkirakan mencapai 150 kepala keluarga. Pihak kecamatan juga telah mengorganisir dapur umum guna memberikan bantuan kepada warga terdampak” ungkap Wakapolresta. (*)