Teti Rohatiningsih : Hoax Biang Warga Tolak dan Ragukan Vaksin

  • Bagikan
Teti Rohatiningsih dalam sebuah kesempatan bersama jajaran OPD Cilacap. Dia menilai hoax membuat warga enggan divaksin. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih menuding kalau hoax atau kabar burung menjadi biang kesalah pahaman warga akan vaksin Covid19. Mereka mencerna kabar tersebut hingga banyak dari mereka tidak mau divaksin sama sekali.

Selain itu, sebagian masyarakat kemudian meragukan vaksin sebagai sarana untuk meningkatkan sistim kekebalan tubuh. Masyarakat ini memiliki pandangan bahwa vaksin tidak dibutuhkan sama sekali.

Menurut Teti pada dasarnya masyarakat Indonesia tidak memiliki pandangan ataupun keputusan menolak vaksin.

“Sebenarnya masyarakat kita tidak seperti itu. Tapi memang karena berita hoax yang begitu (masif) diterima masyarakat,” ujar Anggota DPR RI dari Dapil Cilacap Banyumas ini.

Menurutnya, hal ini terjadi di beberapa wilayah terutama di daerah pinggiran. Seperti halnya wilayah pinggiran di Kabupaten Cilacap. Di wilayah seperti ini, tingkat pendidikan masyarakat masih dalam radius menengah kebawah. Ini yang kemudian membuat mereka lebih mudah mencerna kabar burung. Dibandingkan dengan menerima informasi dari pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan atau Satgas Covid19.

“Kita tahu sendiri pendidikan di daerah memang menengah ke bawah hingga seperti itu. Kita pahami itu,” ujar Teti.

Karena itulah, berbagai pihak kemudian berupaya memberikan edukasi sehat. Caranya dengan menjelaskan tentang vaksin sebagai langkah untuk menambah kekebalan tubuh tiap orang. Hal ini lalu menciptakan herd immunity atau kekebalan secara komunal. Dengan herd immunity inilah, nantinya akan terbentuk sebuah “sistim bersama” untuk menangkal virus Covid19 karena adanya kekebalan tubuh.

“Kader, tokoh masyarakat dan semua pihak terkait ingin beri edukasi yang sehat. Kalau masyarakat sehat ekonomi kuat,” kata dia.

Baginya, vaksin tetap merupakan salah satu upaya dan haru didukung dengan langkah lain. Seperti menerapkan protokol kesehatan. Sebut saja penggunaan masker, rajin cuci tangan dengan air mengalir, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas.

“Vaksin menjadi salah satu senjata kita. Dan yang tidak kalah penting adalah tetap menjaga prokes. Paling tidak jadi polisi bagi diri sendiri,” ajaknya. (*)

  • Bagikan