CILACAP – Di Cilacap ternyata ada tradisi pengantin pria bawa benih pohon ke rumah calon istri dan sudah mulai luntur. Tradisi ini ada di masyarakat Sunda yang ada di Cilacap.
Keberadaan tradisi ini kembali muncul saat warga Desa Panulisan Kecamatan Dayeuhluhur, menggelar acara pernikahan. Sebelum kedua mempelai melalukan ijab kabul, mereka membawa benih pohon kelapa masuk ke dalam rumah orang tua perempuan.
Kejadian ini terekam dalam bentuk video amatir dan tersebar melalui whatsapp. Dalam video ini, nampak kedua pengantin berjalan beriringan dan menjinjing bersama sebuah benih pohon kelapa.
Pegiat konservasi di Dayeuhluhur on Facebook, Eris Rismanto mengatakan, tradisi pengantin bawa benih pohon untuk hantaran ini mulai luntur.
“Tradisinya adalah pengantin bawa benih pohon kelapa. Seperti yang di video. Ini sudah mulai luntur,” kata dia.
Dia mengatakan, tradisi seperti ini memang ada sejak lama di kalangan masyarakat Sunda. Namun karena perkembangan jaman, tradisi tersebut mulai luntur dan ditinggalkan warga.
“Ini sudah ada dari dulu di masyarakat sunda,” kata dia.
Karena itu, sempat ada wacana di sesama pegiat DoF untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut. Bahkan jika memungkinkan, nantinya ada semacam regulasi agar calon pengantin bisa bawa benih pohon. Jenisnya pun tidak harus benih kelapa.
“Tapi bisa beragam. Tapi kalau bisa pohon tahun atau pohon buah,” katanya.
Nantinya, benih pohon dari pengantin tersebut bisa saja langsung ditanam di pekarangan. Atau disumbangkan ke kelompok tertentu yang konsern terhadap penghijauan.
“Misal ke bank benih pohon atau ke desa,” tegasnya. (*)






