Bisnis  

Uang Receh Minim di Kampung Laut

BI Purwokerto melakukan penukaran uang receh di Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Kamis (10/2/2022). Stok uang receh di Kampung Laut, Cilacap sangat terbatas hingga menyulitkan warga. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Uang receh yang biasa untuk pengembalian oleh para pedagang, ternyata sangat minim dan terbatas di Kecamatan Kampung Laut, Cilacap. Di kecamatan yang terpisah dari pulau Jawa ini, warga harus mengalami kesulitan karena keterbatasan uang kecil ini.

Camat Kampung Laut, Heru Kurniawan mengaku, warga terutama para pemilik warung selalu mengalami kesulitan akibat stok uang receh yang minim di sana.

Di sisi lain, warga setempat juga sangat konsumtif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Faktornya karena akses yang harus menggunakan transportasi laut dengan waktu tempuh lama.

“Untuk belanja kebutuhan sehari-hari, ada warga kami yang harus belanja sampai Jawa Barat,” kata Heru, saat mendampingi Bank Indonesia Purwokerto mengirimkan uang pecahan ke sana, Kamis (10/3/2022).

Dia mencontohkan warga Desa Ujung Gagak yang kerap berbelanja ke wilayah Kalipucang, Jawa Barat. Sementara warga Desa Panikel dan Ujung Alang harus menempuh berjam-jam agar sampai ke Pulau Jawa. Tepatnya ke ibu kota Kabupaten Cilacap atau Kecamatan Gandrungmanggu yang menjadi daerah terdekat.

“Akses warga kami sangat terbatas. Termasuk akses mendapatkan uang pecahan atau receh,” katanya.

“Dengan pertukaran uang ini warga sangat terbantu. Krena stok hanya beberapa nominal pecahan uang hingga dengan penukaran ini beragam pecahan mata uang receh kembali beredar di Kampung Laut,” terangnya.

Kepala BI Purwokerto, Roni Hartawan memastikan akan ketersediaan uang Rupiah di tengah masyarakat. Apalagi untuk daerah terpencil, terluar dan tertinggal atau 3 T. Karenanya, BI Purwokerto memastikan menggelar kegiatan ini secara berkala.

“Ini untuk memastikan jangan sempai mereka merasa left behind. BI kok tidak sampai sini,” kata dia.

BI merencanakan akan kembali menggelar kegiatan serupa pada semester kedua 2022 ini. Termasuk menambah dan memperluas daerah cakupan.

“Di semester 2 akan kita tambah lagi di kecamatan atau desa,” tegasnya. (*)