DEPOK – Survei Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2024 oleh Transparency International menempatkan Indonesia pada skor 37 dari 100 atau peringkat 99 dari 180 negara. Temuan ini mendorong universitas meresmikan fakultas hukum untuk memperkuat literasi hukum, integritas, dan peran mahasiswa dalam memahami tata negara secara adil dan demokratis.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyatakan, saat universitas meresmikan fakultas hukum dan membuka Prof. Yusril Ihza Mahendra’s Collection, generasi muda harus membangun integritas hukum dan komitmen kebangsaan agar Indonesia tampil bersih dan berkeadilan.
Menko Yusril Ihza Mahendra mewakafkan literatur hukum untuk koleksi kampus agar mendukung iklim akademik. Universitas meresmikan fakultas hukum dengan membuka pusat riset ini agar mahasiswa dapat meneliti dan mengkaji hukum secara mendalam.
Koleksi Hukum dan Penelitian Mahasiswa
Pada acara peresmian fakultas hukum, panitia menampilkan 14 ribu judul buku, naskah, dan dokumen sejarah dari berbagai bidang. Koleksi ini mencakup ilmu hukum, filsafat, ajaran Islam, sejarah, politik, sosiologi, antropologi, dan sastra. Beberapa naskah berusia lebih dari 700 tahun.
Wamen Fauzan menegaskan bahwa universitas melahirkan fakultas hukum untuk mencetak tokoh hukum besar yang berintegritas. Fakultas ini meneladani Prof. Yusril, ahli tata negara yang mendapat pengakuan sejak era Pak Harto
Di akhir acara, Wamen Fauzan meminta mahasiswa memanfaatkan Prof. Yusril Ihza Mahendra’s Collection. Panitia membuka koleksi ini saat meresmikan fakultas hukum. Wamen Fauzan berharap mahasiswa memanfaatkan koleksi ini agar lulus dengan komitmen kebangsaan yang kuat dan mengembangkan ilmu hukum secara profesional. (*)






