Vaksinasi di Cilacap Tergangu Kuota

  • Bagikan
Anggota DPR RI Dapil Banyumas-Cilacap, Teti Rohatiningsih dalam sebuah kesempatan. Teti mendorong kuota vaksin di Cilacap bisa ditambah. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Pelaksanaan vaksinasi bagi warga Kabupaten Cilacap tidak sepenuhnya berjalan mulus. Vaksin yang dibutuhkan ternyata sering mengalami masalah dalam pengiriman. Demikian juga dengan kuota bagi dari pemerintah pusat.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) VIII Banyumas-Cilacap, Teti Rohatiningsih. Menurutnya, keberadaan vaksin ini sangat dibutuhkan saat kesadaran warga mulai tumbuh.

Terbukti tiap kali ada kegiatan vaksinasi selalu dihadiri warga sasaran. Seperti ketika vaksinasi bagi ibu hamil (bumil) dan disabilitas dilaksanakan di seluruh puskesmas di Kabupaten Cilacap. Vaksinasi bagi bumil ini baru saja diluncurkan.

“Setelah ini (launching) di semua puskesmas se-Cilacap. Yang penting, ada nda vaksinnya,” ujar Teti.

Menurutnya, pengiriman vaksin dari pusat sampai ke daerah mengalami kendala. Salah satunya adalah keterlambatan. Hingga pelaksanaan vaksinasi yang sudah terjadwal harus mengalami penyesuaian.

Dia berharap nantinya bisa mendorong komunikasi agar masalah ini bisa diatasi bersama. Seperti melalukan komunikasi dengan Kementerian Kesehatan RI bersama dinas terkait di tingkat provinsi.

“Nanti kita sonding terus dg kementerian melalui dinas provinsi,” ujar dia.

Teti berharap agar komunikasi ini bisa menjembatani kebutuhan vaksin bagi warga Kabupaten Cilacap. Ini terkait dengan target warga yang harus divaksin dan mencapai 1,5 juta orang.

Sampai dengan awal Agustus 2021, kuota sebanyak 304 ribu sudah dikirim ke Cilacap dan seluruhnya sudah terpakai. Yakni untuk vaksinasi dosis tahap pertama sebanyak 180 ribu. Selain itu juga dipakai untuk dosis kedua sebanyak 120 ribu.

“Karena targetnya adalah 1,5 juta warga Cilacap harus divaksin,” tegasnya. (*)

  • Bagikan