Wamen Stella Dorong Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Maju

Wamen Stella Christie menegaskan Transformasi Pendidikan di tingkat dasar dan menengah harus memperkuat pondasi generasi Indonesia.(doc/Kemdiktisaintek)

JAKARTA – Wamen Stella Christie menegaskan Transformasi Pendidikan di tingkat dasar dan menengah harus memperkuat pondasi generasi Indonesia. Ia menekankan peningkatan mutu sejak awal agar peserta didik bisa berkembang berkelanjutan hingga perguruan tinggi.

Dalam FGD yang KADIN selenggarakan, Wamen Stella menyoroti Transformasi Pendidikan sebagai strategi menuju standar global. Diskusi di Menara KADIN pada Rabu (24/9/2025) ini membahas kebijakan untuk memperkuat pendidikan dasar dan menengah.

Wamen Stella menegaskan Transformasi Pendidikan tinggi harus menjadikan universitas sebagai pilar pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan universitas riset di luar negeri yang menciptakan inovasi dan SDM unggul. Indonesia, katanya, perlu beralih dari teaching university ke research university.

Ia juga menyebut Transformasi Pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai kunci ekonomi modern. Universitas riset, menurut data global, menghasilkan inovasi yang memperkuat daya saing, membuka industri baru, dan menciptakan lapangan kerja. Stella meminta Indonesia berinvestasi serius di bidang riset.

Wamen Stella memberi contoh Transformasi Pendidikan riset dari Stanford University yang menghasilkan 2,7 triliun dolar AS per tahun. Ia juga menyinggung MIT, University of Kansas, dan Tsinghua University sebagai bukti kontribusi akademik bagi ekonomi dunia.

Keluar dari Middle Income Trap

Stella menegaskan bahwa Transformasi Pendidikan menuju research university terbukti mempercepat lompatan ekonomi negara-negara dalam kurun kurang dari 50 tahun. Ia optimis Indonesia bisa mencapai hal serupa jika pemerintah berani menyusun peta perjalanan yang jelas.

Selain itu, ia menekankan bahwa Transformasi Pendidikan juga bergantung pada kualitas dosen dan tenaga pengajar. Universitas, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga wajib mencetak lulusan dengan research mindset yang bisa menjadi inovator di berbagai sektor industri.

Sejalan dengan Stella, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa Transformasi Pendidikan tinggi tidak mungkin tercapai tanpa pondasi kuat di sekolah dasar dan menengah. Ia menekankan peran guru sebagai garda terdepan dalam menanamkan literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis.

Dunia usaha juga menyuarakan dukungan pada Transformasi Pendidikan. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang PMK dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menyatakan bahwa Kadin siap berkolaborasi memperkuat ekosistem pendidikan. Ia menekankan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci untuk memanfaatkan bonus demografi agar Indonesia benar-benar menuju negara maju.

FGD tersebut menghasilkan komitmen untuk mendorong Transformasi Pendidikan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi. Para pemangku kepentingan yakin, dengan riset, inovasi, dan kualitas guru yang unggul, Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan mewujudkan visi Indonesia Maju 2045. (*)