KKN STAI Sufyan Tsauri, Mahasiswa Menetap di Desa

Kabid Litbang Bapeda Cilacap, Ir Lydia Retnoningsih menyematkan tanda pengenal kepada mahasiswa STAI Sufyan Tsauri, Selasa (18/7/2023). KKN STAI Sufyan Tsauri melibatkan 82 mahasiswa. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Program KKN untuk 82 mahasiswa STAI Sufyan Tsauri Majenang, Cilacap, mengharuskan mereka untuk menetap di desa selama 44 hari. Terhitung mulai Selasa (18/7/2023) hingga Agustus mendatang.

Pelepasan mahasiswa STAI Sufyan Tsauri yang akan berangkat KKN dilakukan di pendopo Kecamatan Majenang, Cilacap. Pelepasan ditandai dengan pemasangan co-card oleh Kabid Litbang Bapeda Cilacap, Ir Lydia Retnoningsih MA yang mewakili Pj Bupati.

Saat membacakan sambutan Pj Bupati, Lydia meminta agar semua mahasiswa STAI Sufyan Tsauri yang berangkat KKN bisa memperhatikan beberapa hal. Salah satunya adalah menghormati lokalis di tempat KKN.

Dia juga meminta agar mahasiswa benar-benar mampu menggali potensi desa yang akan bermanfaat bagi warga setempat.

“Pengembangan potensi desa sangat penting yang kita harapkan bisa mendukung perkembangan UMKM,” katanya.

Ketua STAI Sufyan Tsauri, Dr H Masngudi SS MEI mengatakan, pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal menjadi isu utama bagi peserta KKN. Mereka harus mampu mengidentifikasi dan mengembangan potensi lokal. Mulai dari potensi ekonomi, sosial, budaya hingga religi.

“Tidak hanya potensi ekonomi saja, tapi juga bidang sosial budaya dan religi,” kata dia.

Mahasiswa peserta KKN juga harus membuat program kelompok dan individu dan harus menjadi program unggulan. Juga ada program sesuai dengan jurusan masing-masing atau keprodian. Dan seluruh program tersebut harus mempertimbangkan pemberdayaan masyarakat dengan berbasis potensi lokal.

Dia menambahkan, KKN tahun ini bersifat reguler karena sudah lepas dari masa pandemi. Sementara pelaksanaan KKN selama masa pandemi, mengedepankan pola tematik. Dan karena reguler, maka mahasiswa harus tinggal di desa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

“Sekarang sudah reguler,” katanya.

Dia merinci, 82 mahasiswa peserta KKN akan tersebar di 10 desa dan 7 kecamatan. Pihak kampus sebelumnya sudah menetapkan lokasi berdasarkan sejumlah pertimbangan.

“Kita sebar di 10 desa di 7 kecamatan,” tegasnya. (*)