Anggota Ormas yang Bakar Mobil Polisi, Kini Jadi Jadi Tersangka

Polda Metro Jaya umumkan anggota ormas yang bakar mobil polisi sebagai tersangka. 4 orang masih buron dan diminta menyerahkan diri. (doc/instagram)

JAKARTA – Polda Metro Jaya akhirnya menangkap dan menetapkan 5 orang anggota ormas yang merusak dan bakar mobil polisi. Penetapan tersebut karena mereka menghalanig, menyerang dan jadi pembakar mobil polisim, saat petugas hendak menangkap TS. Polisi ini masih memburu 4 orang lainnya yang kini masuk DPO.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, seorang petugas terluka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit selama 2 hari. Anggota tersebut mengalami luka akibat penganiayaan beberapa orang, saat Polres Depok berusaha menangkap TS.

“Dia dipukul pakai hebel hingga terluka,” katanya.

Dia menjelaskan, penetapan tersangka ini berawal saat petugas tengah berusaha menangkap TS. TS dilaporkan karena menyerang warga dengan senjata api.

Petugas tiba di lokasi pada dini hari. Namun mereka mendapatkan hadangan dan perlawanan, hingga anggota ormas tersebut justru memprovokasi warga untuk menyerang. Beberapa orang warga yang terindikasi anggota ormas akhirnya bakar mobil polisi.

“Dari awal sampai kejadian mobil dibakar itu jam 6 pagi. Mereka tahu kami ini petugas yang sedang bertugas. Tapi mereka menutup portal hingga ribut dan anggota ormas yang malah bakar mobil polisi dan menghambat upaya petugas menangkap saudara TS,” katanya.

“Ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Dia menambahkan, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto sudah memberikan instruksi tegas. Yakni tidak memberi ruang terhadap aksi premanisme.

“Warga juga tidak perlu khawatir jika melihat atau menjadi kroban premanisme, bisa segera melapor ke petugas,” tegasnya.

Sebelumnya, massa anggota ormas membakar dan meruksa 3 mobil polisi di Jalan Pondok Rangon, Kampung Baru, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Insiden ini terjadi pada Jumat (18/4/2025) dini hari, ketika polisi hendak menjemput TS.

Situasi penangkapan TS berlangsung menegangkan karena ada perlawanan dari anak buahnya. TS merupakan ketua ranting sebuah ormas di Harjamukti, Depok. Anak buah TS sempat menutup jalan dengan portal, sebagai upaya mencegah polisi membawa TS ke Polres Depok. (*)