JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto berjanji memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Pemerintah akan membangun 500 Sekolah Rakyat di kantong-kantong masyarakat termiskin di Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menambah 100 Sekolah Rakyat pada tahun depan dan setiap tahun berikutnya hingga target 500 sekolah tercapai.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah difokuskan untuk masyarakat termiskin, khususnya kelompok ekonomi terbawah atau desil 1 dan 2. Pemerintah juga merencanakan agar program ini menjangkau masyarakat di desil 3, 4, dan 5.
Prabowo menekankan bahwa pemerintah merancang Sekolah agar semua anak Indonesia bisa merasakan pendidikan dengan fasilitas memadai dan tidak tertinggal dari bangsa lain.
Pemerintah merancang program Sekolah bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai miniatur pengentasan kemiskinan terpadu. Konsep ini menggabungkan program prioritas seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan, Koperasi Desa Merah Putih, hingga pembangunan 3 juta unit rumah.
Hingga kini, pemerintah sudah mengoperasikan 100 Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Melalui Kementerian Sosial, pemerintah menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 165 sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA/sederajat pada Tahun Ajaran 2025/2026.
Pemerintah memproyeksikan Sekolah Rakyat mampu menampung 15.895 siswa dengan dukungan 2.407 guru serta 4.442 tenaga pendidik. (*)






