Bunga Suweg Tumbuh di Pekarangan Warga Cilacap, Tergolong Langka

Bunga suweg tumbuh di pekarangan warga Desa Wanareja Kecamatan Wanareja, Cilacap. Bunga ini terlihat mekar pada Sabtu (8/11/2025). (istimewa)

CILACAP – Muhadi, warga RT 02 RW 03 Desa Wanareja Kecamatan Wanareja, Cilacap mendapati bunga suweg (Amorphophallus paeoniifolius) tumbuh di pekarangan tetangga. Penemuan ini sontak viral setelah dia memfoto, merekam dan mengedarkannya melalui WA Grup.

Muhadi mengatakan, dia pertama kali melihat tumbuhan ini pada Jumat (7/11/2025) sore. Namun mahkota bunga belum mekar, dan masih berupa batang menjulang setinggi kurang lebih 50 cm.

“Baru tadi pagi, bunga sudah mekar,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

Dia mengatakan, pengalaman ini baru pertama kali dia lihat semenjak menetap di Desa Wanareja, puluhan tahun silam.

“Sejak tinggal di sini, baru kali ini saya lihat,” katanya.

Pensiunan di salah satu dinas di Cilacap ini menyebut, tinggi bunga suweg tersebut antara 40 cm hingga 50 cm. Sementara diameter bunga suweg sekitar 40 cm.

Dia mengatakan, pekarangan tersebut jarang ada pohon besar. Juga jarang ada tanaman pisang yang membuat tanah lebih lembab dan basah.

Sebagai informasi, bunga suweg sering kali tumbuh secara alami di antara pepohonan dan semak. Tetapi kadang muncul di lingkungan yang padat penduduk seperti pekarangan rumah. Kondisi ini juga terjadi pada bunga suweg yang tumbuh di Desa Wanareja, Cilacap.

Fenomena mekar bunga ini hanya berlangsung dalam waktu yang singkat sebelum akhirnya mengering dan layu. Ini mirip dengan bunga Wijayakusuma yang hanya mekar pada malam hari dan segera layu.

Tanaman bunga suweg ini tergolong jenis umbi-umbian. Sama seperti bunga bangkai, suweg juga bisa mengeluarkan bau tidak sedap. (*)