Gegara Lebaran Inflasi Naik

  • Bagikan
Penurunan harga cabai merah, beras menjadi faktor penghambat laju inflasi Cilacap pada Mei yang mencapai 0,25%. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Momen lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, Mei 2021 mendongkrak inflasi di Kabupaten Cilacap. Faktor utamanya kenaikan tarif angkutan umum, khususnya angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), kereta api dan travel.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Samsun Hadi dalam siaran persnya mengatakan, inflasi Kabupaten Cilacap lebih tinggi dibandingkan April lalu.

“Mei 2021, Cilacap tercatat mengalami inflasi sebesar 0,25%. Ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 0,05%,” kata Hadi, Kamis (3/6/2021).

Dia menambahkan, faktor dominan dari peningkatan inflasi adalah harga naiknya tarif transportasi. Ini dilihat dari kontribusi tarif angkutan yang mencapai 0,11%, khususnya pada moda transportasi antar kota dan tarif travel.

Namun demikian, laju inflasi di Kabupaten Cilacap “terhadang” oleh penurunan harga komoditas kebutuhan sehari-hari. Seperti beras, cabai merah dan cabai rawit. Demikian juga dengan komoditas makanan, minuman dan lainnya.

Secara umum, inflasi Kabupaten Cilacap selama Mei lalu lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,32%. Hanya saja, angka ini diatas inflasi Jawa Tengah yang tercatat 0,17%.

“Lebih rendah dibandingkan inflasi nasional, tapi lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah,” kata dia.

Selain itu, inflasi di Kabupaten Cilacap masih terkendali. Ini bisa dilihat dari data inflasi tahunan dan tercatat 1,57%. Angka ini masih berada dalam rentang target inflasi yang sebesar 3±1%.

“Masih terkendali,” kata dia.

Pandemi Covid19, tegasnya juga membawa pengaruh terhadap laju inflasi. Selama pandemi masih terjadi, tingkat konsumsi dan daya beli warga masih terbatas. (*)

  • Bagikan