Gerah Malam Hari? Ini Penyebabnya

  • Bagikan
Ilustrasi gerak semu mataharii. Pada Oktober, posisi matahari berada di atas pulau Jawa dan membuat hawa lebih gerah meski pada malam hari. (doc)

CILACAP – Cuaca gerah kerap terjadi meski malam hari. Hal ini terjadi dalam beberapa hari, sampai dengan pertengahan Oktober 2021. Tidak jarang, rasa gerah akibat panas terik sudah terasa sejak pagi sampai dengan malam hari.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendy Kurniawan memberikan penjelasan. Menurutnya, cuaca panas dan rasa gerah ini terjadi karena ada 3 faktor.

Pertama karena gerak semu matahari. Saat ini gerak semu matahari posisinya berada di atas wilayah pulau Jawa.

“Hingga secara tidak langsung lebih dekat dengan lokasi kita di atas Jawa Tengah. Pancaran radiasi matahari kita rasakan cukup panas terik. Ketika siang hari kondisi daerah tutupan awan sedikit,” terangnya, Selasa (18/10/2021).

Faktor kedua adalah kelembaban udara cukup banyak hingga membuat suhu udara cukup panas atau gerah. Terutama saat tidak terjadi hujan.

Faktor ketiga karena saat malam hari kerap berawan. Kondisi ini membuat radiasi bumi yang keluar ke atmosfer, akan terpantul oleh awan dan kembali ke permukaan bumi.

“Pemantulan energi radiasi bumi, dan tidak terjadi pelepasan energi radiasi bumi ke atmosfer. Sehingga kita rasakan suhu udara cukup panas saat malam hari berawan tebal dan tidak terjadi hujan,” katanya.

Saat ini, Kabupaten Cilacap tengah dalam masa pancaroba atau transisi dari kemarau ke penghujan. Warga harus mewaspadai perubahan cuaca karena kerap muncul kondisi ekstrim seperti angin kencang dan hujan deras lokal. (*)

  • Bagikan