CILACAP – Hujan lebat masih akan menjadi ancaman dan siap hadang pemudik saat arus mudik lebaran 2023. Karena memasuki akhir April, masih ada potensi hujan lebat yang akan hadang pemudik. Terutama pemudik yang akan melintas di jalur selatan nasional.
Ancaman hujan lebat ini akan terjadi di sejumlah wilayah. Seperti sebagian Cilacap dan Banyumas. Serta wilayah pegunungan mulai dari Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Wonosobo.
Prakirawan Stasiun BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Kurniawan mengatakan, akhir April masih masuk masa transisi atau pancaroba. Dalam periode ini, masih ada potensi hujan ringan hingga lebat meski durasi singkat.
“Bahwa pada dasarian ke 3 April atau Akhir april yang bersamaan dengan Lebaran, untuk wilayah Cilacap, Banyumas dan Kebumen secara umum belum memasuki awal kemarau. Dan April masih masa transisi,” kata dia.
Dia lalu meminta kondisi ini harus menjadi kewaspadaan semua pihak. Terlebih lagi bagi para pemudik yang melakukan perjalanan melalui Cilacap, Banyumas dan Kebumen. Karena selama masa transisi dari penghujan ke kemarau, masih ada kemungkinan hujan lebat yang bisa hadang pemudik.
“Ini perlu diwaspadai pemudik,” kata dia.
Dia menambahkan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang ini cenderung terjadi pada siang, sore hingga malam hari. Tentu saja, hal ini akan menjadi hambatan bagi para pemudik terlebih lagi yang mengendarai sepeda motor. Karena potensi hujan deras pada malam hari akan hadang pemudik.
“Potensi hujan cenderung siang sampai sore atau sore sampai malam,” tegasnya.
Dia juga meminta seluruh pemangku kebijakan untuk tetap waspada selama masa transisi. Karena masih ada potensi bencana hidrometeorologi berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir.
“Hujan dan angin kencang bahkan sampai angin puting beliung masih berpotensi terjadi,” tegasnya. (*)






