Latar Belakang Pelaku Mutilasi di Ngawi Ternyata Seorang Pesilat

Direktur Reserse Kriminal Polda Jatim, Kombes Pol Farman memperlihatkan pisau yang dipakai pelaku untuk memutilasi korban. Pelaku mutilasi yang bikin geger warga Ngawi, punya latar belakang sebagai pesilat. (doc/instagram @humaspoldajatim)

SURABAYA – RTH alias A, pelaku mutilasi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ternyata punya latar belakang yang cukup mentereng. Dia tercatat sebagai ketua ranting salah satu perguruan pencak silat di Jawa Timur.

Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus mutilasi tubuh korban yang di temukan di dalam koper merah. Keberhasilan ini melibatkan kerja sama antara Polda Jatim dan empat polres, yaitu Polres Ngawi, Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

Petugas mendapati ciri-ciri pelaku, usai memeriksa cctv hotel tempat pelaku dan korban bertemu. Rekaman cctv memperlihatkan secara jelas aktifitas pelaku dari pertama kali datang, hingga kemudian pergi membawa koper warna merah.

Direktur Reserse Kriminal Polda Jatim, Kombes Pol Farman memastikan, pelaku mutilasi di Ngawi ini ada latar belakang ilmu bela diri.

“Secara informal, hasil profiling kami, pelaku adalah ketua ranting salah satu perguruan silat,” kata dia seperti dalam video di akun instagram @humaspoldajatim.

Selama ini, kata dia, pelaku juga kerap berkomunikasi dengan anggota di Polres Tulungagung dan lainnya. Pelaku mutilasi di Ngawi ini mampu melakukan komunikasi dengan petugas karena membawa nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Sering berkomunikasi dengan anggota,” pungkasnya.

RTH kini terancam hukuman mati atau hukuman seumur hidup setelah melakukan pembunuhan berencana. Petugas menjerat pelaku dengan pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 KUHP.

Sebelumnya, warga Kabupaten Ngawi geger dengan penemuan jenasah perempuan di dalam koper warna merah. Tubuh korban ternyata tidak lengkap dan sudah mengalami mutilasi. Belakangan petugas mengidentifikasi korban merupakan warga Kabupaten Blitar, bernama Uswatun Hasanah. (*)