Minim Jam Belajar Tapi Masih Ditarget Kejar Materi

Siswa tengah duduk di taman usai pulang sekolah. Siswa masih tetap kurang 7 jam belajar di sekolah tiap pekan dan harus tetap bisa mengejar materi belajar sesuai kalender akademik. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Meski minim jam belajar, siswa di Kabupaten Cilacap tetap ditarget untuk kejar materi belajar agar sesuai dengan jadwal dan kurikulum di tiap satuan pendidikan. Hal ini membuat sekolah harus berpacu dengan keterbatasan waktu dan jam pembelajaran yang belum sepenuhnya normal.

Dalam kondisi normal, tiap siswa akan mendapatkan materi belajar selama 47 jam per pekan. Dan sejak bergulirnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka, jam belajar siswa saat pandemi makin mendekati.

Terhitung sejak Senin (24/1/2022), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap sudah menerapkan PTM 1 sesi. Yakni semua siswa masuk bersamaan dan mulai pembelajaran dari pukul 07.30 sampai dengan 14.00.

Sementara sebelumnya, siswa masuk bergantian karena menerapkan PTM terbatas dan hanya 50 siswa yang masuk. Hal ini membuat sekolah menerapkan 2 sesi yakni pagi dan siang.

Meski sudah mengikuti PTM 1 sesi, siswa masih kurang 7 jam tiap pekan dan sangat tidak mungkin untuk mengganti di hari lain. Di saat minim jam belajar ini, siswa dan sekolah masih ditarget kejar materi.

Ketua Komda SMP Wilayah Majenang, Cilacap, Suwarno mengatakan, semua sekolah mengalami kekurangan jam belajar tiap pekan.

“Masih kurang 7 jam per pekan,” katanya.

Dia menjelaskan, target untuk mengejar materi belajar ini agar siswa siap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PTS) pada awak Maret 2022. Artinya, siswa hanya punya 6 pekan atau sekitar 282 jam belajar. Hingga dia sudah mempersiapkan tambahan jam belajar khususnya bagi siswa kelas 9 atau kelas akhir.

Tambahan jam ini karena mereka harus bersiap untuk PTS terakhir di SMP sebelum masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.

“Nanti kita siapkan tambahan jam belajar untuk kelas 9,” tegasnya. (*)