SEMARANG – Perampok bos kelontong di Kabupaten Pati, akhirnya tertangkap setelah polisi lakukan serangkaian penyelidikan. Ketiganya tertangkap di Jepara dengan lokasi berbeda-beda. Pelaku adalah BW, FR dan AK. BW merupakan otak perampokan yang membuat korban kehilangan uang sebanyak Rp 261 juta.
Aksi perampok yang datangi rumah bos kelontong di Kabupaten Pati, terjadi pada 20 Januari 2025, pukul 01.30. Saat itu, rumah bos kelontong ini didatangi perampok dengan cara mendobrak pintu depan.
AK beraksi dengan mendobrak pintu, sementara FR memantau situasi. Setelah pintu terbuka, BW dan FR masuk ke kamar korban yang tengah tertidur. Di kamar ini, korban bersama anaknya sempat melawan. Namun mereka tak kuasa melawan 3 perampok hingga mengalami luka.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagyo mengatakan, pelaku mengancam akan membunuh korban jika tidak menunjukan tempat penyimpanan uang. Namun sebelumnya, pelaku mengikat tubuh korban bersama anak dan istrinya.
“Setelah mengikat, pelaku minta ditunjukan tempat menyimpan uang. Dari situ, pelaku mengambil uang senilai Rp 261 juta dan HP iphone 11 pro,” katanya.
Usai beraksi, ketiganya kabur menuju Jepara dan segera bersembunyi di tempat berbeda. Pelaku juga sempat mengecat ulang motor yang mereka pakai saat beraksi.
Hasil pemeriksaan TKP dan keterangan 9 saksi, petugas mendapati pelaku ada di Jepara dan bersembunyi di tempat terpisah. Hingga akhirnya ketiga perampok yang datangi rumah bos kelontong di Pati ini, tertangkap. Petugas langsung menggelandang mereka ke Mapolda Jawa Tengah.
“Mereka tertangkap di tempat terpisah,” kata Dwi Subagyo.
Barang Bukti
Selain membawa pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan. Seperti gunting besar, golok dan pistol mainan. Demikian juga dengan uang hasil mereka merampok yang masih tersisa. Uang hasil kejahatan sudah mereka pakai untuk berbagai keperluan.
“Ada motor yang mereka beli dari hasil merampok,” kata Dwi Subagyo.
Zuhdi, bos toko kelontong mengakui, sempat kaget saat terbangun dan sudah ada golok di atas muka. Pelaku juga mengancam akan membunuhnya jika melawan.
“Kalau diam tidak akan dibunuh,” katanya.
Uang sebanyak ini, sebenarnya akan dia kirimkan ke distributor untuk membayar barang yang dia beli melalui sales.
“Itu bukan uang saya. Rencana akan saya setor ke pabrik,” tegasnya. (*)






