Tebing Rawan Longsor Kembali Makan Korban

  • Bagikan
Warga dan aparat gabunga membersihkan material sisa tanah longsor yang menimpa rumah Maryono, warga Dusun Cadasmalang RT 02 RW 05 Desa Babakan Kecamatan Karangpucung, Cilacap, Kamis (16/9/2021). Rumah ini berada di bawah tebing rawan longsor. (doc)

CILACAP – Tebing rawan longsor di Desa Babakan Kecamatan Karangpucung, Cilacap kembali mengakibatkan kerusakan. Kerusakan terjadi pada rumah milik Maryono, warga Dusun Cadasmalang RT 02 RW 05 Desa Babakan. Rumah ini rusak di bagian belakang. Longsor terjadi bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (14/9/2021). Beruntung, kejadian ini tidak membawa korban jiwa.

“Tebing ini memang rawan longsor. Dulu bagian bawah, sekarang tebing atas yang longsor,” terang Camat Karangpucung, Asep Kuncoro, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, tebing tersebut sangat terjal dengan kemiringan mencapai 45 derajat. Sementara tinggi tebing longsor mencapai 7 meter dengan lebar mencapai 6 meter. Longsor ini membawa banyak sekali material dengan ketebalan sekitar 5 meter. Hingga saat hujan deras pada Selasa pagi itu, tebing tiba-tiba meluncur deras dan menimpa rumah korban.

Asep menambahkan, warga bersama aparat terkait sudah melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa material tanah longsor. Hal ini untuk mengurangi tekanan dan kemungkinan terjadinya tanah longsor susulan mengingat hujan masih berpotensi terjadi kembali.

“Warga sudah kerja bakti dan kita ada bantuan untuk keluarga korban,” kata dia.

Mengatasi masalah ini, pihaknya akan mengajukan usulan ke instansi terkait agar ada upaya menghindari longsor yang selalu terjadi tiap musim penghujan. Tebing rawan longsor dan sudah berulang kali menimbulkan kerusakan, terutama saat musim penghujan. Longsor sebelumnya sempat memutus akses jalan warga setempat.

“Kita akan usulkan langkah-langkah jangka panjang ke instansi terkait. Kalau relokasi harus dibahas lebih lanjut karena bisa saja warga menolak,” katanya.

Untuk sementara, pihaknya meminta warga untuk waspada dan tidak beraktifitas di lokasi longsor terutama saat hujan deras. Dia meminta agar warga di lokasi tebing rawan longsor untuk untuk mengungsi. Warga bisa menggunakan fasilitas umum untuk dijadikan tempat pengungsian. Salah satunya mushola karena lokasinya aman dan jauh dari ancaman tanah longsor.

“Kalau hujan ya mengungsi. Ada mushola yang bisa dipakai dan lokasinya aman dari terjangan tanah longsor,” tegasnya. (*)

  • Bagikan