News  

Tempat Ibadah Terimbas PPKM Level 3

Tempat ibadah terkena imbas penerapan PPKM Level 3. Tiap tempat ibadah hanya boleh menampung 25 persen dari kapasitas. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya tetap terimbas adanya penerapan PPKM Level 3 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmedagri) terbaru. PPKM Level 3 ini mulai 24 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021.

Dalam regulasi ini menyebutkan, masih ada kesempatan umat untuk menjalankan acara keagamaan di tempat ibadah masing-masing. Hanya saja ada pembatasan dengan jumlah jamaah maksimal 25 persen dari kapasitas masjid, gereja dan sejenisnya.

Camat Majenang, Iskandar Zulkarnain mengatakan, warga masih ada kesempatan untuk beribadah di tempat ibadah masing-masing.

“Hanya saja jamaah dibatasi maksimal 25 persen,” ujarnya, Jumat (3/12/2021).

Dia mengatakan, pemerintah kecamatan akan menindaklanjuti aturan dengan mendasari Inmendagri maupun surat serupa dari Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Salah satu surat ini akan ditujukan kepada tempat peribadatan yang ada di sana. Mulai dari mushola, masjid dan gereja. Isinya adalah merujuk pada 2 aturan tersebut terkait adanya penerapan PPKM Level 3.

“Kita akan surati,” kata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf memastikan ada pembatasan bagi pelaku usaha. Terutama ada pusat perbelanjaan yang harus tutup pukul 17.00. Selain itu, jumlah pembeli maksimal 25 persen yang boleh masuk.

“Ada pembatasan bagi pusat perbelanjaan,” katanya.

Namun pemerintah masih memberikan kelonggaran bagi pedagang kaki lima, toko kelontong dan usaha lainnya. Pemilik mendapatkan ijin untuk tetap buka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Pedagang kaki lima, toko kelontong kita kasih ijin untuk tetap buka tapi dengan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya. (*)