Teti Dorong UMKM Punya Daya Saing

Anggota DPR RI, Teti Rohatiningsih saat menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Cilacap. Dia mendorong agar UMKM punya daya saing. (doc)

CILACAP – Anggota DPR RI Teti Rohatiningsih di Masjid Darrul Muttaqiin, Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mendapat sambutan antusias masyarakat dan dorong UMKM punya daya saing. Sekitar 150 orang dan terdiri dari warga, Muslimat dan Fatayat hadir dan menerapkan protokol kesehatan. Mereka secara seksama mendengarkan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dari Anggota DPR RI, Teti Rohatiningsih, S.Sos (20/11/2021).

Kepada para peserta, Teti memaparkan pentingnya masyarakat mengembangkan produk UMKM. UMKM tidak lain merupakan sarana masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga di tengah situasi sulit selama pandemi.

“Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi keluarga. Selain itu, dari jumlah pelaku, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi terhadap pendapatan PDB juga meningkat. Dari peningkatan pendapatan ekonomi keluarga, ternyata UMKM juga terbilang signifikan mendorong  pembangunan ekonomi nasional,” ujar Teti.

Teti menambahkan, persaingan bisnis hari ini begitu kompetitif. Apalagi ketika arus perdagangan barang dan jasa internasional begitu deras. Pada kondisi semacam ini, produk asing dapat dengan mudahnya bersaing dengan produk lokal.

Ini karena terdapat keunggulan dari nilai produk yang dihasilkan dan yang melekat pada produk asing tersebut. Nilai dari suatu produk dapat dilihat dari faktor kualitas, biaya, dan delivery. Setiap produk yang unggul dari ketiga aspek tersebut dapat memiliki penyerapan konsumen yang cukup besar.

“Kita hidup di era persaingan bebas secara internasional. Produk buatan kita akan berhadapan dengan produk buatan luar negeri yang secara kualitas lebih bagus, lebih murah, dan pengiriman juga bagus. Untuk itu, setiap produk UMKM harus memperhatikan aspek-aspek tersebut. Agar produk yang kita buat juga bisa tembus tidak hanya di dalam pasar nasional saaj. Tapi juga dapat bersaing di pasar internasional,” tambah Teti.

Selanjutnya Teti menjelaskan, bahwa upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi era persaingan usaha secara internasional. Pertama, memperbesar akses ke pasar, bukan hanya dalam negeri, namun juga ke pasar luar negeri. Dengan upaya memperbesar akses tersebut memungkinkan munculnya peluang dan permintaan terhadap produk – produk UMKM.

Kedua, masyarakat perlu meningkatkan daya saing kapasitas dan kualitas produk dan jasa dari UMKM.  Lebih lanjut Teti menyebut peningkatan produksi dan inovasi menjadi cara untuk meningkatkan daya saing produk UMKM.

Pemerintah saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan jumlah pengusaha UMKM. Ini sekaligus sebagai suatu strategi untuk menciptakan sumber pendapatan baru, menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu juga untuk mengurangi penambahan warga miskin akibat.

UMKM diharapkan akan berperan penting sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Sebab kemunculan UMKM sendiri akan melibatkan banyak orang dan beragam usahanya.

Peran Muslimat dan Fatayat

Muslimat dan Fatayat adalah aktor yang paling urgen untuk berperan aktif dalam gerakan menguatkan UMKM. Ini mengingat basis massanya yang besar.

Tidak hanya itu, dalam melihat sektor ekonomi, khsusunya ekonomi UMKM, seluruh komponen bangsa perlu melihatnya dari aspek 4 Pilar Kebangsaan. Untuk itu solidaritas kebangsaan perlu menjadi dasar agar sektor UMKM dapat berkembang.

Misalnya, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat juga perlu membeli produk-produk UMKM dan dapat mengurangi membeli produk asing. Setidaknya, produk UMKM selain akan menyasar ke pasar internasional, produk-produk tersebut dapat terserap terlebih dahulu di dalam pasar dalam negeri.

“Kita perlu melihat sektor ekonomi UMKM ini dari sudut pandang 4 Pilar Kebangsaan. Yakni dengan menggalang solidaritas nasional untuk mau membeli produk-produk UMKM milik masyarakat. Karena kita berharap, selain target kita memasarkan produk UMKM ke pasar luar negeri, kita juga mengupayakan  UMKM tersebut dapat terserap terlebih dahulu di pasar dalam negeri”, tambah Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar yang mewakili Cilacap-Banyumas tersebut.(*)