Viral, Nyuri Pisang, Kepergok Langsung Digelandang ke Polsek

  • Bagikan
Tangkapan layar video penangkapan pencuri pisang di akun IG milik @desatayemtimur. Aksi pelaku terjadi pada Selasa (18/5/2021) malam. (doc)

CILACAP – Naas. Nasib pencuri pisang yang beraksi di kebun warga di Dusun Ceger Desa Tayem Timur Kecamatan Karangpucung, Cilacap. Pelaku, seorang pria yang belum diketahui namanya itu, tertangkap tangan oleh warga saat tengah beraksi memetik pisang pada Selasa (18/5/2021) malam.

Aksi tangkap tangan para warga ini tersebar luas melalui telepon genggam. Video kemudian diunggah dalam story ig @desatayemtimur. Di bagian bawah ada caption panjang yang menjelaskan lokasi pencurian pisang tersebut.

“Info anget lurr! Waspada. Smlam (Selasa, 18/5/2021) baru saja ketangkap basah pelaku maling gedang di dusun ceger @tayemtimur”.

Dalam video berdurasi 15 detik ini ada bentakan warga yang meminta seorang lelaki yang tengah berjongkok dan diduga merupakan, untuk mengakui perbuatannya. Pelaku kemudian mengakui perbuatannya.

“Iya, iya he eh,” ujar pria yang diduga pelaku tersebut.

Warga lain kemudian menanyakan berapa tandan pisang yang sudah diambil. Lagi-lagi pelaku menjawab dengan cepat kalau dirinya hanya mengambil satu tandan pisang dari kebun warga.

Video ini juga disertai caption kalau pelaku sudah diserahkan ke petugas Polsek Karangpucung. Admin juga meminta warga untuk waspada dan tertulis di caption video tersebut.

“Pelaku sdh diserahkan ke @polisi_karangpucung utk proses hukum. Jaman susah lur! Tetap waspada ya”.

Kapolsek Karangpucung, AKP Puji Nurohman SH MH membenarkan kejadian tersebut. Saat ini penyidik masih mendalami kejadian tersebut karena ada keterangan dari pihak keluarga pelaku.

“Ada keterangan dari pihak keluarga yang menyebutkan kalau dia ada masalah kejiwaan,,” ujarnya, Rabu (19/5/2021).

Untuk memastikan keterangan ini, petugas akan memastikannya terlebih dahulu. Termasuk membawa pelaku ke petugas medis guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Akan kita pastikan dulu,” katanya.

Dia menambahkan, kasus ini sekaligus memberi gambaran pentingnya Sistim Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tiap desa. Tujuannya sebagai upaya pencegahan dini terhadap aksi kejahatan di lingkungan masing-masing.

“Ini sangat penting sekali. Tapi harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan jangan sampai berkerumun,” ujarnya.

Peran warga bisa sampai menangkap basah seperti yang dilakukan warga Desa Tayem Timur. Dilanjutkan dengan menyerahkan pelaku beserta barang bukti ke petugas kepolisian terdekat tanpa melakukan aksi main hakim sendiri.

“Serahkan ke kami dan jangan sampai main hakim sendiri. Kami sangat mengapresiasi langkah warga ini,” tandasnya. (*)

  • Bagikan