3 Orang Keroyok Penonton Kuda Lumping

2 dari 3 pelaku pengeroyokan terhadap penonton kuda lumping berhasil diamankan. 1 orang masih dalam pengejaran petugas Polres Cilacap. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – 3 orang keroyok 1 orang secara bersama-sama terhadap penonton kuda lumping. Korban yakni Aulia Dian Pratama (29), warga Kecamatan Gumelar, Banyumas mengalami sejumlah luka. Tidak itu saja, penonton lainnya juga mengalami luka justru saat hendak lerai aksi tersebut.

Kasus ini terjadi pada 27 Juni 2022, saat korban baru saja selesai menonton kuda lumping. Saat itulah, datang Catur Galih Sejati dan Andi. Andi langsung merangkul leher dan memaksa korban ikut dengan mereka.

Pelaku mengancam akan membunuh korban jika menolak permintaan tersebut. Sejurus kemudian, korban menolak dan mencoba berontak. Lalu Catur memukul pelipis kanan korban.

Melihat keributan ini, Sunardi (61), warga Kecamatan Jeruklegi, Cilacap keluar dari rumah dan langsung memukul jidat korban. Sementara Andi menarik baju korban dan terus menlancarkan bogem mentah. Korban juga sempat terkena pukulan Catur yang mengayunkan sebatang kayu.

Melihat keributan ini, salah satu warga mencoba melerai. Namun dia justru menjadi sasaran pelaku hingga mengalami luka. Tidak terima dengan pengeroyokan ini, warga tersebut langsung lapor ke Polsek Jeruklegi, Cilacap.

Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo SIK mengatakan, pelaku curiga terhadap korban karena ada hubungan gelap. Hingga saat melihat diantara penonton kuda lumping, para pelaku langsung datang dan keroyok korban.

“Pelaku curiga kalau korban ada hubungan gelap dengan anak dari Sunardi,” katanya saat ungkap kasus di Mapolres Cilacap, Selasa (12/7/2022).

Dia mengatakan, 2 pelaku sekarang sudah diamankan petugas. Satu pelaku lagi saat ini masih dalam pengejaran yakni Andi alias Jebrag, warga Kecamatan Jeruklegi, Cilacap.

Saat ini, 2 pelaku yakni Sunardi dan Catur harus mendekam di balik jeruji. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Petugas mengunakan Pasal170 KUHP untuk menjerat aksi pelaku. (*)