Arisan Bodong Makan Korban. Kumpulkan Ratusan Juta

  • Bagikan
Penyidik Polres Cilacap memamerkan barang bukti milik pelaku arisan dan investasi bodong, Jumat (22/10/201). Pelaku berhasil mengumpulkan ratusan juta dari para korban. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Arisan dan invetasi bodong di Kabupaten Cilacap memakan sejumlah korban. Para korban rata-rata tertipu dengan janji manis pelaku yang menawarkan keuntungan berlipat ganda. Penyidik Polres Cilacap lalu berhasil meringkus pelaku arisan online dan investasi bodong.

Penggagas program sekaligus pelaku adalah Prilly Tintya Pradani yang tinggal di Perumahan Citanduy Nomor 79K, RT 04 RW 18 Kelurahan Donan Kabupaten Cilacap.

Penyidik pertama kali mengetahui kasus ini setelah korban melaporkan. Karena grup chating tiba-tiba tutup dan korban belum menerima pembagian profit, seperti janji pelaku.

“Diduga pelaku hendak lari ke luar kota tapi berhasil kita tangkap,” ujar Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo, saat konfrensi pers, Jumat (22/10/2021).

Pelaku membuka arisan online pada awal 2021 dan berhasil merekrut ratusan peserta melalui iklan di media sosial. Ada penawaran keuntungan sampai Rp 7 juta bagi anggota jika menyetor sekitar Rp 150 sampai Rp 200 ribu.

“Setelah tujuh hari, peserta akan dapat Rp 7 juta,” kata dia.

Belakangan kemudian pelaku menawarkan investasi bodong setelah mulai kesulitan memberikan profit kepada peserta arisan. Namun ini hanya akal-akalan pelaku untuk tetap mendapatkan uang untuk kemudian diputar sebagai profit.

“Masuk September korban belum menerima profit, tapi datang penawaran program investasi one pay dengan pembagian profit 30 sampai 50 persen. Korban tergiur dan setorkan uang kembali,” ujar Wakapolres.

“Pada 30 September grup chating tiba-tiba tutup dan nomer hp pelaku tidak aktif. Korban jadi curiga dan lapor ke Polsek Cilacap Selatan,” katanya.

Penyidik curiga kalau arisan dan investasi bodong ini hanya akal-akalan pelaku untuk menambah modal usaha toko miliknya. Toko ini menjual perlengkapan wanita seperti tas, baju dan lainnya.

“Uang setoran untuk diputar bisnis toko baju, tas dan lainnya,” kata dia.

Saat ini, sudah ada 4 korban sudah melapor ke Polsek Cilacap Selatan. Selain itu, ada 29 korban melapor langsung ke Polres Cilacap. Nilai kerugian para korban mencapai ratusan juta.

Atas tindakannya, pelaku kini mendekam di tahanan Polres Cilacap dan terancam hukuman badan selama 4 tahun penjara.

Pelaku mengatakan, dia menutup arisan dan investasi ini karena sudah tidak mampu membayar keuntungan bagi anggota.

“Tutup karena sudah kolap. Investnya sudah tidak jalan. Tidak ada member baru,” tegasnya. (*)

  • Bagikan