Naik Pitam Akibat Tak Diberi rokok, Pasien RSJ Ini Bacok Saudaranya

  • Bagikan
Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi menjelaskan kronologis pembacokan oleh pasien rumah sakit jiwa, Minggu (13/6/2021). (doc)

CILACAP – Warga Desa Jepara Wetan Kecamatan Binangun, digegerkan adanya peristiwa pembacokan yang dilakukan oleh WR (26) terhadap Gustiyono (50), Minggu (13/6/2021).

Kejadian ini diduga hanya karena masalah sepele. Akibat pelaku meminta rokok, kepada Gustiyono, namun tidak diberi. Keduanya terlibat cekcok, dan membuat pelaku naik pitam. WR lalu membacok Gustiyono yang masih saudaranya tersebut.

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi mengatakan jika pelaku pembacokan yakni, WR warga Desa Jepara Wetan Kecamatan Binangun. Sementara korban, Gustiyono, tercatat sebagai warga Desa Karangrena Kecamatan Maos, namun tinggal di Desa Jepara Wetan. Keduanya masih memiliki hubungan saudara.

“Kronologis kejadian terjadi pada sekitar pukul 12.30 WIB, korban datang ke rumah pelaku, karena memang saudara. Lalu terdengar (korban) cekcok dengan pelaku, tidak lama kemudian saksi (adik pelaku) melihat pelaku berdiri di atas korban dengan membawa kapak,” kata Kapolres, Minggu malam kepada wartawan.

Melihat kejadian tersebut, adik pelaku, kemudian meminta tolong warga, dan selanjutnya lapor kepada Polsek Binangun. Dibantu oleh warga, akhirnya petugas mengamankan pelaku pembacokan. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Korban mengalami luka pada bagian punggung, leher dan pundak, akibat ayunan kapak yang dilontarkan pelaku. Korban tidak bisa diselamatkan karena luka-luka tersebut hingga meninggal dunia.

“Diduga pelaku atau terlapor atas nama WR merupakan salah satu pasien rumah sakit jiwa dan saat ini sedang kita laksanakan pemeriksaan lebih lanjut. Bersama keluarga dan memanggil rumah sakit jiwa Purwokerto,” katanya. (*)

  • Bagikan