Pelaku Arisan Bodong Raup Rp 13,4 M

Petugas menunjukkan barang bukti penipuan berkedok arisan bodong. Pelaku meraup Rp 13,4 M dari 1300 peserta arisan. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Pelaku arisan bodong dengan iming-iming memberikan hadiah sepeda motor bagi peserta, mampu mengeruk keuntungan sangat besar. Pelaku kemudian membuat peserta merugi hingga mencapai Rp 13,4 Miliar yang terkumpul dari 1300 peserta.

Satuan Reserse Polres Cilacap mengamankan 2 tersangka, yakni LEK (59) warga Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap. Satu orang lagi yakni PBS (69) warga Kecamatan Klaten Tengah, Klaten.

Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro melalui Kasat Reskrim AKP Rifeld Constantien Baba mengatakan, penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan peserta arisan yang diadakan oleh salah satu koperasi di Cilacap.

“Pelaku menjanjikan arisan dengan hadiah uang dan sepeda motor. Jika tidak, maka uang akan dikembalikan saat arisan ditutup,” ujarnya, Kamis (9/12/2012).

Arisan mulai buka pada 2015 dan berjalan lancar. Memasuki Agustus 2019, tiba-tiba pengurus koperasi menutup arisan tersebut.

Peserta arisan lalu mempertanyakan janji pengurus koperasi sekaligus penyelenggara arisan. Mereka meminta pengurus mengembalikan uang peserta sesuai dengan janji awal. Karena tidak ada jawaban pasti, peserta lalu melapor ke Polres Cilacap.

Dalam penyelidikan petugas, tersangka LEK ternyata mengirimkan uang ke nomor rekening pribadi PBS yang tinggal di Solo.

“Ternyata ada transfer dana ke rekening pribadi PBS dan ini tidak bisa dipertanggungjawabkan karena untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Pengungkapan kasus ini tergolong pelik karena hingga petugas butuh waktu lama. Pertama karena jumlah peserta arisan mencapai 1300 orang. Selain itu, PBS berada di Solo dan berulang kali mangkir dari pemanggilan. Petugas juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Cilacap guna penangganan kasus ini hingga selesai.

“Hingga akhirnya kita panggil paksa. Ini juga tidak mudah karena dia kerap berpindah alamat,” katanya.

Polisi amankan barang bukti berupa puluhan buku tabungan, berkas arisan pendaftaran motor baru dan barang bukti lainnya.

Tersangka terancam hukuman badan penjara maksimal 4 tahun karena telah melakukan upaya penipuan. Petugas menenakan Pasal 372 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (*)