Warga Kroya Meninggal di Majenang. Diperkirakan Depresi Lalu Gantung Diri

  • Bagikan
Warga mengevakuasi jenasah yang ditemukan mengapun di Sungai Cikopeng Dusun Bojongsari RT 06 RW 07 Desa Mulyasari Kecamatan Majenang, Selasa (27/7/2021). Korban diperkirakan mengalami depresi lalu bunuh diri. (doc)

CILACAP – Chusnuddin Faradilah ((48), warga Jalan Tengiri Rt.028 Rw.03 Desa Sikampuh Kecamatan Kroya Cilacap, Selasa (27/7/2021), ditemukan meninggal dunia di Kecamatan Majenang. Tubuhnya mengambang di Sungai Cikopeng Dusun Bojongsari RT 06 RW 07 Desa Mulyasari Kecamatan Majenang. Penemuan mayat ini langsung membuat geger warga setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun bercahayanews.com menyebutkan, tubuh korban pertama kali ditemukan warga pada ditemukan warga yang tengah mencari biawak, sekitar pukul 11.30. Saksi bernama Misdan (60), warga Desa Mulyasari RT 02 RW 07 Kecamatan Majenang langsung melaporkan temuan ini kepada perangkat desa dan diteruskan ke aparat terkait.

Di lokasi kejadian masih terlihat sarung yang menggantung dan terikat di rumpun bambu. Diperkirakan korban berupaya gantung diri di sana namun terpeleset hingga masuk ke dasar sungai. Meski sungai kecil, namun cukup dalam dan diperkirakan mencapai 3 meter.

Kapolsek Majenang, AKP Erna Trihastuti melalui Kanit Reskrim Polsek Majenang, Iptu Heru Widi Harsono mengatakan, petugas langsung ke lokasi penemuan mayat. Bersama warga setempa, tubuh korban lalu dievakuasi.

Dikatakannya, petugas memintakan pemeriksaan medis. Hasilnya tidak ditemukan luka bekas kekerasan atau gantung diri. Seperti tidak adanya bekas jeratan di leher, lidah yang menjulur atau lainnya.

“Tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan atau gantung diri,” ujarnya kepada bercahayanews.com.

Di lokasi kejadian, petugas mendapati sarung yang terikat di rumpun bambu. Sarung ini diketahui milik korban berdasarkan keterangan keluarganya. Namun petugas tidak berani menyimpulkan apapun meski sarung ini nampak terikat dan tubuh korban berada tepat dibawahnya.

“Sulit menyimpulkan apapun karena tidak ada saksi,” katanya.

Diketahui, korban merupakan warga Kecamatan Kroya namun sudah lama menikah dengan warga Kecamatan Mulyasari. Dia terakhir kali terlihat pada Senin (26/7/2021) dan keluar dari rumah. Setelah itu, keluarga tidak melihatnya kembali.

Ada dugaan korban mengalami depresi karena baru kehilangan saudara kandung dan ibu karena meninggal dunia. Selain itu korban sudah lama mengidap penyakit menahun.

“Ibunya belum lama meninggal,” tambah Kasie Trantib Kecamatan Majenang, Wasis Nurcahyo.

Usai diperiksa petugas medis, jenasah lalu diserahkan kepada keluarga. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan langsung memakamkannya di TPU terdekat. (*)

  • Bagikan