Empat Pilar Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Anggota MPR/DPR RI, Teti Rohatiningsih saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Cilacap, Jum’at (10/6/2022). (doc)

CILACAP – Empat pilar kebangsaan akan memberikan daya dukung terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Karena dengan pelaksanaan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika akan membangun soliditas dan rasa kebangsaan yang tinggi.

Hal ini menjadi bahasan saat Anggota MPR/DPR RI, Teti Rohatiningsih SSos menggelar acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Halaman Balai Pertemuan Cilacap Tengah, Cilacap, Jumat (10/6/2022). Wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah VIII ini mengangkat tema “Empat Pilar dan Pertumbuhan Ekonomi”.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini mengundang 150 warga Kecamatan Cilacap Utara. Dalam pelaksanaannya tetap menerapkan protocol Covid-19.

Menurut Teti, kesadaran masyarakat tentang empat pilar kebangsaan berbanding lurus dengan munculnya solidaritas masyarakat. Dan dengan solidaritas ini dapat mendorong proses pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

“Empat Pilar adalah strategi untuk menghadapi situasi bangsa pasca Covid-19 dan solidaritas kebangsaan bisa tumbuh dan menjadi daya dukung serta pendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Teti.

Bagi Teti, pemulihan ekonomi Indonesia masih berlanjut meski kondisi global penuh ketegangan. Seperti inflasi dunia, kebijakan moneter eksternal yang mengalami pengetatan dan pemburukan ekonomi dampak dari perang Rusia dan Ukraina.

Teti menghimbau seluruh elemen bangsa agar menggalakan dan menyebar solidaritas kebangsaan. Salah satunya lewat Sosialisasi Empat Pilar yang dia selenggarakan.

“Empat pilar ini akan membentuk solidaritas kebangsaan untuk dukung pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Teti juga mengingatkan masyarakat pentingnya antisipasi jika keadaan global memburuk. Misalnya pelambatan ekonomi global dari 5,7 persen pada 2021 menjadi hanya 2,9 persen di 2022.

Terlihat dari inflasi tinggi dan memicu pengetatan anggaran di berbagai negara, kerawanan ketahanan pangan, kemiskinan karena pasokan terbatas dan harga pangan dunia yang tinggi. Inflasi Indonesia pada 2022 diperkirakan mencapai 3,6 persen dan masih dalam rentang target BI.

“Kondisi ini, kita tidak bisa hanya mengandalkan satu golongan masyarakat. Perlu solidaritas kebangsaan untuk hadapi tantangan yang sedang dan akan berlangsung,” kata dia.

“Sosialisasi Empat Pilar adalah strategi negara untuk menggalang solidaritas kebangsaan,” tegasnya.