Pasca Pandemi, Soliditas Bangsa Tetap Dibutuhkan

Anggota MPR DPR RI, Teti Rohatingsih saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Sabtu (26/3/2022). (doc)

CILACAP – Soliditas bangsa tetap ditubuhkan masyarakat saat pasca pandemi. Dengan modal ini, maka setiap beban apapun akan lebih ringan.

Seperti peribahasa, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Artinya, pekerjaan yang berat akan terasa ringan bila semua pihak bekerja sama.

Anggota DPR MPR RI, Teti Rohatiningsih, SSos menjelaskan hal ini saat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, di Gedung Sumekar, Sabtu (26/3/2022). Sosiliasi ini melibatkan 150 orang peserta dari Masyarakat Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kehidupan pasca pandemi bukanlah tugas satu orang, bukan juga tugas sekelompok orang saja, tetapi sudah menjadi keharusan tugas semua orang untuk semua orang. Masyarakat yang solid dalam kesatuan bangsa untuk mengatasi masalah bersama,” ujar Teti.

Teti menambahkan bahwa soliditas bangsa mencakup 3 hal. Masing-masing adalah pikiran, perasaan, dan tindakan. Masyarakat yang telah melewati suatu bencana, seperti pandemi Covid-19, mereka harus memahami pemulihan melibatkan seluruh masyarakat.

Contoh lain dari pemulihan ekonomi dengan membeli produk UMKM. Hingga UMKM bisa berkembang dan mengurangi konsumsi produk import.

“Proses pemulihan, khususnya pemulihan ekonomi, tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri,” kata dia.

Anggota DPR MPR RI itu menambahkan, solid menjadi tanda dari masyarakat dengan peradaban maju. Dan peradaban maju ini tidak semat masyarakat punya keahlian, wawasan yang luas. Namun juga memiliki kesamaan visi dan misi untuk mendukung kemajuan bersama. Terpenting adalah berupaya melakukan adaptasi dengan perubahan.

Dia menegaskan, soliditas masyarakat dan bangsa pasca pandemi dan membawa kemajuan peradaban, berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan manusianya. Bagi Teti, inilah yang sebenarnya menjadi suatu alasan kuat para pendiri bangsa akan adanya Republik Indonesia.

“Soliditas masyarakat dan bangsa akan membawa Indonesia menjadi bangsa beradab, dan rakyatnya hidup bahagia,” tegasnya. (*)